Kemarin kasus COVID-19 masih bertambah, pemerintah dukung PSBB Jakarta

id psbb dki jakarta,penanggulangan covid,subsidi masker,kampanye masker

Arsip Foto. Penumpang menaiki bus TransJakarta di Jakarta, Jumat (10/4/2020). Pemprov DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang dan jam operasional angkutan umum selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan penularan COVID-19. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA) - Pada Minggu (13/9) jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih mengalami penambahan lebih dari 3.000 kasus dalam sehari dan pemerintah menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penularan penyakit tersebut.

Selain itu ada warta mengenai penanggulangan penularan virus corona dan perkembangan penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji kurang dari Rp5 juta per bulan yang bisa dibaca kembali dalam rangkuman berita berikut.

Kasus COVID-19 bertambah jadi 218.382, 155.010 pasien sudah sembuh

Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 3.636 menjadi total 218.382 kasus dan jumlah pasien yang sudah sembuh dari penyakit tersebut tercatat seluruhnya 155.010 orang.

Pemerintah dukung PSBB Jakarta

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah mendukung penerapan PSBB untuk mengendalikan penularan COVID-19 di DKI Jakarta. Menurut dia, kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut merupakan bagian dari strategi "rem dan gas" dalam upaya mengatasi dampak pandemi COVID-19 terhadap kondisi kesehatan dan perekonomian.

PMI soroti pemakaian masker yang tidak benar

Palang Merah Indonesia (PMI) menyoroti masih banyaknya warga yang tidak memakai masker secara benar sehingga fungsinya untuk mencegah penularan COVID-19 tidak optimal.

95 persen pekerja sudah dapat subsidi gaji

Data Kementerian Ketenagakerjaan memperlihatkan bahwa sampai dengan 10 September 2020 subsidi gaji tahap I dan II sudah tersalurkan kepada 5.248.226 orang atau 95,4 persen dari 5,5 juta pekerja dengan gaji bulanan kurang dari Rp5 juta yang menjadi sasaran program tersebut.

 

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar