Desa Adat Legian terapkan protokol kesehatan saat Hari Raya Galungan

id Pemkab badung, hari raya, galungan, hindu, protokol kesehatan, covid 19

Umat Hindu memasang tanda pengaturan jarak di Pura Dalem Penataran, Desa Adat Legian, Badung, Bali, Senin (14/9/2020). ANTARA/Fikri Yusuf

Badung (ANTARA) - Desa Adat Legian di Kabupaten Badung, Bali, menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 saat Perayaan Hari Raya Galungan pada Rabu (16/9).

"Kami di Desa Adat Legian bersama LPM dan Satgas COVID-19 di sini telah melakukan langkah-langkah strategis pencegahan COVID-19 seperti dengan memasang tanda jaga jarak antar umat dan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh pura yang di wilayah kami," ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian, Wayan Puspa Negara di Badung, Selasa.

Dalam pelaksanaan persembahyangan, petugas adat juga akan membatasi jumlah umat yang bersembahyang dalam waktu bersamaan maksimal 30 orang. Seluruh umat yang bersembahyang juga diwajibkan untuk mengenakan masker.

Baca juga: BIN dukung pertumbuhan pariwisata Bali yang aman berdasarkan prokes

Dalam persembahyangan Hari Raya Galungan, yang akan dilibatkan adalah prajuru inti, pengurus desa adat dan lembaga-lembaga yang ada seperti LPM dan lainnya yang jumlahnya akan tetal diatur secara terbatas.

"Itu agar tidak terjadi kerumunan. Pembatasan juga diatur berdasarkan waktu persembahyangan. Misalnya pagi siang dan sore. Sehingga tidak menumpuk warga kami dan tetap bisa menerapkan protokol kesehatan," ungkap Puspa Negara.

Menurutnya, masyarakat di wilayah Desa Adat Legian hingga saat ini memiliki tingkat kesadaran yang cukup, khususnya dalam upaya mencegah COVID-19 yang dapat dilakukan diri sendiri.

“Mungkin masih ada satu dua warga kami masih ada yang mungkin lupa pakai masker, itu kami lakukan edukasi. Kami juga menyiapkan masker gratis kalau menemukan warga yang memakai pakai masker," ujarnya.

Baca juga: GTPP Bali: Kota Denpasar tingkat kesembuhan COVID-19 tertinggi

Ketua Penrepti atau Kepala Keamanan Desa Adat Legian, A.A Putu Oka Hartawan menjelaskan, untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di Pura pada Hari Raya Galungan, pihaknya akan mengerahkan petugas gabungan seperti dari unsur Pecalang dan Linmas.

"Kami akan melibatkan mereka secara bergiliran dari pagi, siang dan sore secara bergantian. Jadi lebih dari 100 orang petugas kami terjunkan di seluruh pura yang ada di Desa Adat Legian untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan kenyamanan serta keamanan di area pura," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan pihaknya berharap seluruh masyarakat Badung dapat semakin sadar terkait situasi pandemi COVID-19 di Bali.

"Untuk kegiatan Upacara Yadnya tetap akan dilaksanakan tanpa mengurangi esensi. Tetapi, yang perlu diatur adalah jumlah pengayah atau orang yang terlibat dalam pelaksanaan," katanya.

Baca juga: Wagub Bali: Lonjakan COVID-19 karena penularan di keluarga dan upacara
Baca juga: Perwakilan agen perjalanan wisata ikuti 'travel gathering' di Bali

Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar