Risma resmikan Labkesda untuk tes usap COVID-19 gratis warga Surabaya

id labkesda surabaya,swab gratis,risma,pemkot surabaya,COVID-19

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan sambutan di acara peresmian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Jalan Gayungsari Nomor 124, Kota Surabaya, Jatim, Selasa (15/9/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Jalan Gayungsari Nomor 124, Kota Surabaya, Jatim, Selasa, sebagai tempat tes usap COVID-19 secara gratis bagi warga Surabaya.

Risma mengaku sudah berkali-kali berkunjung ke laboratorium tersebut untuk mengecek keamanan gedung berikut perbaikannya. Sebab, ia tidak mau ketika membuat sesuatu ada kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

"Makanya saya berkali-kali memonitor pembangunan ini. Mungkin hanya kita saja yang punya laboratorium seperti ini untuk tingkat kota dan kabupaten, karena biasanya ini di tingkat provinsi," kata Wali Kota Risma mengawali sambutannya.

Baca juga: Risma sebut 70 persen kasus COVID-19 terjadi pada anak muda

Menurut Risma, laboratorium ini akan menjadi tempat tes swab gratis bagi warga Kota Surabaya. Oleh karena itu, ia berharap warga Surabaya yang sering bolak-balik keluar kota dan datangnya ke Surabaya malam-malam, maka diharapkan bisa mampir ke laboratorium tersebut sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

"Seperti para sopir atau pengusaha yang sering keluar kota dan mungkin datangnya malam-malam, saya harap sebelum masuk rumah tes dulu di sini. Karena ini buka 24 jam nonstop, supaya kalau masuk ke rumahnya sudah dalam kondisi aman, kasihan keluarganya nanti kalau tertular, apalagi ini tesnya gratis untuk warga Kota Surabaya," kata dia.

Namun, lanjut dia, bagi warga luar Surabaya atau bukan KTP Surabaya, maka juga bisa tes usap di laboratorium tersebut, namun dikenakan biaya sebesar Rp120 ribu. Pengenaan bea ini sesuai Perda untuk biaya pemeriksaan.

Baca juga: Pakar kritisi rencana wajibkan tes usap bagi pendatang di Surabaya

"Meskipun peralatannya kami diberi BNPB dan swasta, tapi dalam Perda kami ada ketentuan biaya Rp120 ribu itu. Saya kira itu sudah sangat murah sekali," katanya.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa laboratorium itu dapat memeriksa sampel 2.000-4.000 sampel setiap harinya. Kemudian untuk hasilnya, bisa diketahui 2-3 hari ke depannya.

Namun, lanjut dia, ke depannya khusus warga Kota Surabaya seperti para sopir atau pengusaha yang bolak-balik ke luar kota, maka akan difasilitasi tes usap gratis dan cepat. Bahkan, hasilnya bisa ditunggu karena hanya membutuhkan waktu 1 jam atau 1,5 jam.

Baca juga: Pendatang yang menginap di Surabaya diminta jalani tes COVID-19

"Jadi, nanti kita akan sediakan yang hasilnya bisa ditunggu. Nah, kalau hasilnya negatif silahkan pulang dengan tenang dan aman. Tapi kalau hasilnya positif, saran saya langsung ke Asrama Haji untuk melakukan isolasi. Apalagi di sana sudah ada dokternya, dan kalau ada komorbidnya akan langsung dibawa ke rumah sakit, tapi kalau tanpa gejala bisa di Asrama Haji itu," katanya.

Oleh karena itu, Risma berharap kepada warga Kota Surabaya bisa mengetahui informasi ini dan bisa memanfaatkan laboratorium ini. Menurutnya, lebih baik mencegah penularan virus ini daripada harus mengobati orang yang sudah terkena virus ini.

"Saya berharap laboratorium ini bisa mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus ini. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaatkan untuk siapa saja. Dengan adanya laboratorium ini, diharapkan penyakitnya tidak nambah, tapi diharapkan akan semakin turun," katanya.

Baca juga: 47 warga binaan dikembalikan ke blok hunian usai karantina COVID-19

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar