Luhut ungkap optimisme RI mampu cetak 3 juta UMKM hingga akhir 2020

id umkm,luhut pandjaitan,bangga buatan indonesia,pernak pernik unik

Ilustrasi - Perajin menyelesaikan pembuatan sapu rotan Silungkang di Nagari Tanjung Lolo, Tanjung Gadang, Sijunjung, Sumatera Barat, Rabu (16/9/2020). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku optimistis mampu mencetak 3 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga akhir 2020, atau melebihi target yang dipatok pemerintah yakni 2 juta UMKM.

“Sejak 14 Mei 2020 sudah tercapai 1,9 juta lebih UMKM. Saat ini sudah pasti lebih dari 2 juta yang on boarding. Dengan begitu 3 juta bisa tercapai pada akhir tahun ini, artinya kita bisa mencapai 150 persen dari target awal,” kata Luhut Pandjaitan saat menghadiri kampanye #pernakpernikunik yang disiarkan virtual di Jakarta, Rabu.

Luhut Pandjaitan menyampaikan capaian tersebut merupakan kerja sama lintas instansi, termasuk ekosistem digital yang saat ini berperan penting.

Baca juga: Menkop dan UKM persiapkan program bagi UMKM guna tingkatkan kualitas

Luhut memaparkan Indonesia berada di urutan ketiga dunia sebagai negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasionalnya. Dengan total kontribusi 7,28 persen terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

“Dan ini saya pikir perlu masih kita tingkatkan lagi ke depan, karena UMKM kita itu jumlahnya lebih dari 61 juta kelompok. Dari 17 sektor ekonomi kreatif penyumbang PDB nasional, sub-sektor kriya merupakan penyumbang ketiga terbesar pada PDB nasional,” ujar Luhut Pandjaitan.

Baca juga: LPEI latih ratusan pelaku UKM agar tembus pasar ekspor

Luhut menambahkan tangan-tangan terampil menghasilkan produk pernak-pernik yang berkualitas tinggi akan semakin tinggi jika disandingkan dengan riset dan teknologi. Produk kriya yang lahir dari tangan anak bangsa, lanjutnya, harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Produk kriya tersebut harus terletak secara strategis di berbagai etalase pusat perbelanjaan. Dengan demikian, konsumen bisa melihat langsung dan membeli produk dalam negeri,” pungkas Luhut Pandjaitan.

Baca juga: Teten: Pemulihan UMKM terdampak COVID-19 harus diprioritaskan

 


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar