Pertamina buka enam Pertashop jangkau masyarakat desa

id pertamina, pertashop,pertamini

Sales Area Manager Retail Karawang Teuku Desky Arifin melakukan pengisian BBM di Pertashop, Kab. Subang, Jawa Barat, Rabu (16/5). Pertamina perluas akses ke energi ke masyarakat desa dengan menambah 6 titik Pertashop di wilayah Bekasi dan Purwasuka. (Foto Pertamina)

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III memperluas akses ketersediaan bahan bakar dengan menambah enam Pertashop untuk masyarakat desa di wilayah Kabupaten Bekasi dan Purwasuka (Purwakarta, Subang, dan Karawang) yang hingga saat ini menjadi 11 titik Pertashop.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III, Eko Kristiawan menyatakan bahwa Pertashop dibuka demi mendukung program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) dalam rangka memastikan pelayanan dapat menjangkau wilayah perdesaan.

"Melalui Pertashop, Pertamina akan terus membangun kerja sama untuk melayani masyarakat hingga ke perdesaan, dengan memperluas penyediaan atau availability energy untuk masyarakat yang berada jauh dari SPBU," ungkap Eko Kristiawan di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Tanggapi Ahok, begini komentar Pertamina soal kilang dan utang

Baca juga: Pengamat : kritik Ahok agar Pertamina lebih transparan


Dalam hal itu, Pertashop hadir sebagai lembaga penyalur resmi berskala kecil untuk melayani kebutuhan konsumen akan produk BBM, LPG, dan pelumas Pertamina.

Di Pertashop, masyarakat akan mendapatkan BBM dengan harga, kualitas, dan takaran yang sama seperti di SPBU.

"Untuk enam Pertashop baru ini berkapasitas penyaluran 400 liter liter per hari, dengan produk bahan bakar berkualitas Pertamax yang disalurkan langsung dengan mobil tangki dari Fuel Terminal Cikampek. Dengan harga dan kualitas yang sama seperti di SPBU, diharapkan masyarakat pedesaan semakin merasakan kehadiran Pertamina," kata Eko.

Eko juga mengatakan, kehadiran Pertashop diharapkan agar semua masyarakat Indonesia bisa tetap menikmati produk-produk dari Pertamina baik dari BBM, pelumas hingga LPG.

"Hadirnya Pertashop ini harapan kami, masyarakat dapat tetap menikmati produk-produk dari Pertamina baik berupa BBM, pelumas, atau LPG. ini sudah beroperasi di 38 titik di jawa bagian barat di tiga provinsi, mudah mudahan ke depan juga bisa langsung bertambah," ungkap dia.

Baca juga: Cek Fakta: Lingkaran merah di tabung LPG adalah indikator ledakan?

Baca juga: Pertamina lakukan optimalisasi sumur lapangan Jambaran-Tiung Baru


Selain itu, dia juga melanjutkan bahwa kehadiran Pertamini yang banyak tersebar di desa-desa harus dipertimbangkan kualitas, harga dan takaran yang dikeluarkan oleh penjual.

Kehadiran Pertashop juga bukan untuk menyaingi kehadiran Pertamini yang mengambil untung dari Pertamina dalam mengecerkan bahan bakar untuk para pengendara yang melintas.

"Mereka mengambil peluang dari Pertamina dengan cara menjual kembali ke masyarakat. Mereka berharap masyarakat akan membeli bensin dari mereka. Pertamini juga perlu diperhatikan, mereka belum bisa menjamin takaran bensinnya.," kata dia.

"Nah sejalan dengan ini, hadirnya Pertashop bukan untuk bersaing dengan pertamini itu. Kami hanya ingin mendekatkan dengan masyarakat yang ada di pelosok karena tidak semua daerah tersedia SPBU," tambah dia.

Sekretaris Kecamatan Muara Gembong, H Engkar yang turut hadir meresmikan Pertashop bersama Pertamina mengatakan, "Kami bersyukur atas kehadiran Pertashop perdana di Muara Gembong. Semoga dapat membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM yang berkualitas dengan harga dan standar yang sesuai dengan SPBU Pertamina.

Berikut 6 titik lokasi Pertashop baru:
1. Desa Pantai Mekar, Kec. Muara Gembong, Kab. Bekasi
2. Desa Palinggihan, Kec. Plered, Kab. Purwakarta
3. Desa Pasir Bungur, Kec. Purwadadi, Kab. Subang
4. Desa Tanjungwangi, Kec. Cijambe, Kab. Subang
5. Desa Dukuh, Kec. Ciasem, Kab. Subang
6. Desa Bengle, Kec. Majalaya, Kab. Karawang

Baca juga: OVOO Pertamina hadir di lebih 55.000 desa di Indonesia

Baca juga: Pertamina jamin BBM-LPG aman di masa PSBB

Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar