398 ribu SMS untuk pekerja yang cairkan JHT agar terima subsidi upah

id bpjamsostek bpjs ketenagakerjaan,bantuan subsidi upah bsu

Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto. ANTARA/HO-BPJAMSOSTEK

Jakarta (ANTARA) - BPJAMSOSTEK telah mengirimkan sekitar 398 ribu SMS bagi pekerja yang sudah mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT), namun masih berstatus peserta aktif pada bulan Juni 2020 agar melakukan konfirmasi via nomer unik untuk terima bantuan subsidi upah (BSU).

Siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan SMS tersebut berisi tautan unik yang hanya bisa diakses oleh penerima untuk pengkinian data secara mandiri, termasuk konfirmasi nomor rekening agar bisa menerima transfer dana BSU.

“Saat ini peserta yang telah melakukan konfirmasi mandiri sebanyak 145 ribu orang. Kami masih menunggu sampai akhir September 2020. Ingat, yang bisa melakukan pengkinian mandiri hanya peserta yang mendapatkan SMS tersebut,” kata Dirut BPJJAMSOSTEK Agus Susanto.

Baca juga: Penyaluran bantuan subsidi upah capai Rp3,6 triliun hingga September

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antarlembaga BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja menjelaskan mereka peserta yang mencairkan JHT pada Juli dan Agustus, tetapi statusnya masih peserta aktif pada bulan Juni 2020, jadi secara Permenaker masih berhak untuk BSU, namun tidak dilaporkan lagi oleh pemberi kerja karena sudah keluar dari tempat kerja.

"Karena itu kami hubungi secara personal melalui SMS untuk mengkonfirmasi dan memberikan nomor rekening dan data lainnya via link unik untuk tiap peserta ke kami," ujar Utoh.

Sebelumnya, BPJAMSOSTEK menyerahkan 2,8 juta data nomer rekening calon penerima BSU gelombang IV kepada Kemnaker pada Rabu, (16/9). Total, sudah 11,8 juta nomor rekening peserta yang telah diserahkan ke Kemnaker.

Baca juga: BPJAMSOSTEK kembalikan 1,2 juta data penerima BSU untuk perbaikan

Sementara Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Haiyani Rumondang menyatakan hingga Jumat ini, dari 2,5 juta data pekerja yang diserahkan pada gelombang I, sudah 99,32 persen (2,47 juta pekerja) yang telah mendapatkan bantuan tersebut.

Data gelombang II telah mencapai 99,28 persen (2,97 juta pekerja), gelombang III telah mencapai 40,9 persen (1,43 juta pekerja), jadi total BSU yang telah dicairkan 6.87 juta pekerja.

Untuk Informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses akun media sosial resmi @bpjs.ketenagakerjaan di Instagram, @bpjstkinfo pada platform Twitter, dan BPJS Ketenagakerjaan pada Facebook, semua sudah terverifikasi.

Baca juga: Kemnaker terima 3,5 juta data untuk penyaluran subsidi gaji tahap III

Pendataan calon penerima BSU dilakukan seluruh kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia. Kantor Cabang (Kacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Pluit, misalnya telah mendata 128.329 calon penerima BSU dari perusahaan di wilayah kerjanya yang memenuhi kriteria Permenaker No.14/2020.

“Lalu dilakukan validitas internal dengan jumlah yang valid 128.257 pekerja dan yang tidak valid 72," ujar Kacab Jakarta Pluit, Husaini.

Setelah dikonfirmasi ke bank terkait, jumlah yang valid 126.115 pekerja, tidak valid 1.234, dan yang belum diproses sebanyak 980 pekerja.

Dia berharap BSU untuk pekerja tepat penggunaan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: BPJAMSOSTEK kembalikan 1,77 data pekerja calon penerima subsidi upah

Pewarta : Erafzon Saptiyulda AS
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar