Duterte longgarkan larangan perjalanan bagi pekerja kesehatan Filipina

id filipina,presiden rodrigo duterte,pekerja kesehatan,larangan perjalanan,pandemi virus corona,covid 19

Para ibu sambil menggendong bayi mereka yang baru lahir mengantre untuk menjalani pemeriksaan di dalam bangsal kelahiran Rumah Sakit Memorial Dr. Jose Fabella yang dikelola pemerintah, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Manila, Filipina, Jumat (18/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez/wsj/cfo

Manila (ANTARA) - Presiden Rodrigo Duterte telah melonggarkan larangan perjalanan ke luar negeri bagi para perawat Filipina dan pekerja medis lainnya agar lebih banyak warganya bisa bekerja di luar negeri.

Presiden Duterte menyetujui proposal Kementerian Tenaga Kerja Filipina untuk memperluas pengecualian dari larangan tersebut bagi mereka yang memiliki kontrak di luar negeri dan dokumen lengkap per 31 Agustus, kata juru bicaranya, Harry Roque.

Sejauh ini, hanya mereka yang memiliki kontrak pada 8 Maret yang diizinkan melakukan perjalanan.

Roque mengatakan keputusan presiden akan menguntungkan 1.500 tenaga kesehatan.

"Mereka adalah perawat yang sudah menghabiskan banyak (uang) untuk memproses surat-surat. Jumlahnya tidak banyak jadi kami mengizinkan mereka pergi," kata Roque dalam pengarahan rutin, Senin.

Selain di dalam negeri, petugas kesehatan Filipina berada di garis depan pandemi di rumah sakit di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.

Ribuan petugas kesehatan, yang menyebut diri mereka "priso-nurses", telah mengimbau pemerintah untuk mengizinkan mereka berangkat, menurut laporan Reuters pekan lalu.

Para perawat mengatakan bahwa di Filipina mereka merasa dibayar rendah, dihargai rendah, dan tidak terlindungi.

Pemerintah Duterte pada April melarang perawat, dokter, dan pekerja medis lainnya pergi, dengan mengatakan mereka diperlukan untuk memerangi krisis virus corona di Filipina, yang masih menghadapi gelombang pertama infeksi.

Negara itu memiliki jumlah infeksi COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara, dengan 286.743 kasus. Total 4.984 kematian di Filipina adalah jumlah yang kedua tertinggi setelah Indonesia.

Meskipun demikian, Roque bersikeras tidak ada alasan untuk panik dan bahwa wabah virus corona telah terkendali.

"Kami tahu musuh ini dan kami tahu bagaimana melawan musuh ini melalui isolasi, pelacakan, dan perawatan," kata Roque menambahkan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Duterte pertahankan aturan jaga jarak satu meter di Filipina

Baca juga: Kasus corona Filipina menjadi yang tertinggi di Pasifik barat

Baca juga: Duterte "sangat percaya" pada vaksin corona Rusia, rela ikut uji coba


 

100 dokter gugur, IDI minta perlindungan ekstra bagi tenaga medis


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar