Tim SAR gabungan dikerahkan cari dua warga terseret banjir bandang

id Banjir Bandang Sukabumi,FKSD Kabupaten Sukabumi,Tim SAR Gabungan ,BPBD Kabupaten Sukabumi,Sukabumi hanyut

Banjir bandang yang melanda Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/Dok/FKSD Kabupaten Sukabumi)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikerahkan untuk mencari dua warga yang hilang terseret banjir bandang Sungai Cibuntu, Kampung Cibuntu.

"Kami sudah menugaskan personel untuk bergabung dengan Tim SAR lainnya, baik untuk TNI, Polri, relawan dan potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian," kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, dari informasi yang diterimanya, banjir bandang di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, disebabkan hujan deras yang mengakibatkan debit air Sungai Cibuntu meluap dan merendam sejumlah permukiman warga.

Dalam proses pencarian itu pihaknya masih melakukan penyusuran di sekitar lokasi kejadian. Debit air yang masih tinggi dan arus deras yang tidak memungkinkan melakukan pencrian, maka akan dilanjutkan pada Selasa (22/9).

Selain itu, di lokasi pun alat penerangan minim, ditambah hujan masih turun. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada personelnya untuk selalu menjaga keselamatan karena dikahawatirkan terjadi banjir susulan.

Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menambahkan pihaknya saat ini masih melakukan assessment untuk mendata kerusakan.

Baca juga: Dua warga Kabupaten Sukabumi hanyut terbawa banjir bandang

Selain permukinan yang terdampak, sejumlah kendaraan, seperti mobil milik warga, ikut terbawa hanyut. Kemudian untuk dua warga yang terbawa arus banjir bandang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

"Kami masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk mempercepat penanggulangan. Untuk kerugian akibat bencana alam ini masih dalam perhitungan," ujarnya.

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar