Dosen Telkom University: Buah apel berkhasiat sebagai antikanker

id apel, anti kanker, dosen telkom university,holistic health for better life

Dosen Telkom University yang juga penulis buku "Holistic Health For Better Life" Dr Hendratno. (Dok Humas Telkom University)

Bandung (ANTARA) - Dosen Telkom University yang juga penulis buku "Holistic Health For Better Life" Dr Hendratno menuturkan jika buah apel diparut kemudian dicampur dengan madu 30 ml akan menjadi makanan berkhasiat antikanker.

"Apel dibuat keripik dan minum madu 30 ml, maka jadi makanan bervitamin. Jika apel diparut dicampur madu 30 ml akan jadi makanan berkhasiat antikanker," kata Hendratno saat bedah buku tersebut secara daring, Selasa.

Ia mengatakan asupan makanan yang baik, benar, dan menyehatkan atau BBM serta rutinitas aktivitas fisik yang teratur dan terukur menjadi salah satu solusi pada musim pandemi sekarang, selain tetap mematuhi protokol kesehatan.

Masyarakat hendaknya mengetahui dan mengenal betul mana saja makanan yang termasuk kelompok BBM, karena kandungan menjadi berbeda ketika diolah berbeda.

Baca juga: Mahasiswa FTP UB-PKK Tulungrejo buat beras dari kulit apel

Menurut Hendratno, apel termasuk salah satu buah dalam kelompok BBM, akan tetapi kandungan yang diberikan kepada tubuh akan berbeda tergantung cara pengolahan.

"Jika makan apel langsung disertai minum madu 30 ml, jadi minuman berenergi. Jika apel difermentasi lalu dicampur madu 30 ml jadi minuman bergizi," kata dia.

Buku tersebut dirilis dengan ditujukan tak hanya untuk anggota perguruan bela diri tangan kosong tersebut, namun juga masyarakat umum guna menjaga masyarakat di dalam pagebluk corona ini.

Selain itu, buku ini juga dirilis dalam rangka HUT Republik Indonesia ke-75 serta HUT ke-7 Telkom University.

Hendratno mengatakan makanan lain yang baik saat ini adalah kunyit, jahe, kencur, dan temulawak (KJKT) yang harga komoditas ini justru melonjak saat wabah COVID-19 terus menyeruak di seluruh dunia.

Menariknya, merujuk ajaran salah satu perguruan silat tertua di Indonesia ini, kandungan tersebut baik disatukan dengan petai dan jengkol yang selama ini identik tidak menyehatkan.

Baca juga: Rekomendasi makanan seimbangkan mikrobiota saluran cerna anak

"KJKT serta petai dan jengkol disatukan lalu direndam air dan garam atau air dan perasan kulit jeruk. Bisa juga cukup direndam air panas 40 derajat selsius yang penting jangan sampai warna kulit petai dan jengkol berubah. Dosis ramuan/nya berbeda untuk pengobatan aneka penyakit," katanya.

Dia mencontohkan, pengobatan untuk virus influenza dan sejenisnya, KJKT berdosis 5ml:3ml:5ml:7ml dicampur air petai 5 ml dan air jengkol 7 ml ditambah madu 30 ml untuk diminum sehari sekali.

Dosis yang mirip-mirip juga disebutnya bisa digunakan untuk pencegahan sekaligus pengobatan virus Metapneumovirus hingga virus corona.

Masyarakat juga diajak mengubah kebiasaan pembakaran sate konvensional yang tidak BBM.

Sate seharusnya dibakar dalam bentuk daging dimasukkan alumunium foil, dibakar dengan batu vulkanik dan sejenisnya, dimakan bersama acar bawang dan seterusnya, serta diakhiri minum air kelapa muda.

"Pada buku ini juga kami jelaskan lengkap dengan gambar berbagai jenis gerakan yang biasa kami praktikkan di Kolat Kebugaran. Baik itu gerakan penguluran, pengolahan, pembinaan, penghayatan, dan di akhir doa penutup," kata Wakil Rektor Telkom University 2013-2014 ini.

Gerakan tersebut ada yg menggunakan alat bantu dan dominan dengan tangan kosong. Bisa dilakukan sendirian atau kelompok, termasuk masyarakat biasa bisa meniru mandiri dengan melihat penjelasan detil di buku tersebut.

Tak ketinggalan, pada buku setebal 108 halaman ini, juga dibahas pernak pernik terkait Merpati Putih, seperti sejarah perguruan hingga hadirnya cabang Telkom serta penjelasan aneka kegiatan yang dilakukan Merpati Putih Cabang Bandung tersebut.

Baca juga: Protokol kesehatan disosialisaikan pada apel perdana Pemkab Bekasi

Baca juga: Banjarmasin gelar apel dimulainya penegakan disiplin pakai masker


"Buku ini dicetak 500 exemplar dan didistribusikan secara gratis habis dalam sebulan. Sementara untuk biaya cetak mendapat donasi dari para anggota perguruan dan perorangan serta instansi yang peduli kesehatan," katanya.

Dari beberapa pertanyaan dan permintaan pihak-pihak yang sudah menerima dan membaca, akan diterbitkan kelanjutan buku ini di awal tahun 2021.

Untuk kepentingan kesehatan masyarakat, Hendratno mempersilahkan kalau ada pihak yang akan menduplikasi selama tidak dikomersialkan.

Turut memberikan sambutan dalam buku, antara lain Prof Adiwijaya (Rektor Telkom sekarang), Prof Moch Ashari (Rektor Telkom University 2013-2018), Rinaldi Firmansyah (Dirut Telkom periode 2007-2012), Mas Amos dan Mas Helmi (Pewaris Merpati Putih), R. Sunardjo Wihardjo (Dewan Guru Merpatih Putih), dan Ferry Hendarsin (Pembina Merpati Putih Cabang Bandung).

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar