Menkeu Inggris tidak keberatan perpanjang skema cuti

id Inggris,COVID-19

Dokumen foto--Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara dalam rapat kabinet pertamanya di sebelah Menteri Keuangan Rishi Sunak, di Downing Street, London, Inggris, Jumat (14/2/2020). (REUTERS/POOL)

London (ANTARA) - Menteri Keuangan Inggris tidak keberatan memperpanjang skema cuti yang saat ini dijadwalkan selesai pada akhir Oktober, kata timpalannya, Menteri Luar Negeri Dominic Raab, Rabu.

"Saya kira Menkeu tidak keberatan untuk memperpanjang skema cuti, kami sedang mempelajari target langkah-langkah," kata Raab kepada Sky News, Rabu.

Inggris mengumumkan pembatasan baru waktu buka pub dan restoran pada Selasa setelah lonjakan kasus COVID-19 pada September dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat berlangsung selama enam bulan.

Baca juga: Kasus COVID-19 Inggris Raya bisa capai 50.000 per hari pada Oktober
Baca juga: Lagi, tiga orang Liga Inggris positif terpapar COVID-19


Para pemimpin oposisi telah menyerukan agar skema itu diperpanjang untuk menghindari dampak susulan yang mereka khawatirkan dapat menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan untuk selamanya, terutama karena pembatasan baru COVID-19 dapat menghambat pemulihan ekonomi.

Raab mengatakan bahwa Menteri Keuangan Rishi Sunak terus meninjau semua tindakan, dan bahwa bantuan baru bagi pengusaha melalui bonus retensi dan skema awal akan membantu menghindari dampak susulan, tetapi cuti bukanlah jawabannya.

"Saya pikir tidak dapat dihindari bahwa skema cuti akan berakhir seperti yang dijelaskan oleh menkeu," katanya kepada BBC.

Sumber: Reuters

Baca juga: Laga Leyton kontra Spurs dibatalkan karena terdapat kasus COVID-19
Baca juga: PM Johnson kembali terapkan pembatasan di Inggris

Pewarta : Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar