Bertambah 87, positif COVID-19 Papua Barat kini 1.674

id Papua Barat, covid19

Infografis perkembangan COVID-19 di Provinsi Papua Barat. (Sumber Satgas COVID-19)

Manokwari (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 di Provinsi Papua Barat kembali bertambah 87 orang menjadi 1.674 pada Rabu, 23 September 2020.

Juru bicara pemerintah Provinsi Papua Barat pada penanganan COVID-19, Arnoldus Tiniap di Manokwari, Rabu, menyatakan terjadi penambahan cukup signifikan di Kabupaten Teluk Bintuni, Manokwari, dan Kota Sorong.

"Teluk Bintuni ditemukan 39 kasus baru, Manokwari 27 dan Kota Sorong 13 kasus. Ada tambahan juga dari Kabupaten Sorong enam kasus dan Fakfak dua, total 87 kasus baru pada hari ini," ucap Arnold.

Rabu ini juga ada tambahan pasien sembuh sebanyak 19 orang, sebanyak 10 dari Manokwari, enam dari Teluk Bintuni, serta tiga dari Sorong Selatan.

Baca juga: Tangani COVID-19, satu dokter spesialis paru segera tiba di Manokwari

Baca juga: Sudah 38 nakes di Manokwari terpapar COVID-19


Pada beberapa pekan terakhir temuan kasus COVID-19 di Papua Barat mengalami lonjakan cukup signifikan. Ia kembali mengimbau masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan.

"Minimal pakai masker, kasus COVID-19 terbukti sudah menyebar ke seluruh daerah. Kluster baru pun bermunculan," katanya.

Saat ini, kata Tiniap, jumlah tenaga medis di Papua Barat yang terpapar COVID-19 sudah semakin banyak. Jika kondisi tidak terkendali hal ini dapat mengancam stabilitas pelayanan kesehatan umum di daerah tersebut.

"Terbukti di Manokwari sudah ada beberapa fasilitas kesehatan tutup karena tenaga kesehatan harus menjalani isolasi. Begitu pula di Sorong," ujarnya.

Ia berharap semua pihak bekerja sama dalam mengendalikan COVID-19, terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

"ASN sudah banyak yang terjangkit, TNI, Polri, termasuk tadi tenaga kesehatan. Penularan cukup laju, protokol kesehatan harus disiplin diterapkan," ucapnya.*

Baca juga: Satgas COVID-19 Manokwari ingatkan nakes tak remehkan APD

Baca juga: Empat fasilitas kesehatan di Manokwari tutup akibat COVID-19

Pewarta : Toyiban
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar