Muhadjir Effendy: Tenaga pendamping desa belum terintegrasi

id Muhadjir effendy, tenaga penyuluh desa,aa

Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara (kedua kanan) menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera kepada warga saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Desa Mandalamukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menekankan pentingnya integrasi tenaga pendamping atau penyuluh desa dari seluruh kementerian/lembaga.

Hal itu disampaikan Muhadjir seusai mengikuti Ratas Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa yang dipimpin Presiden Jokowi melalui video conference, dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

"Presiden menekankan pentingnya integrasi dari berbagai macam dana yang berasal dari kementerian dan lembaga yang semua bermuara ke desa. Salah satunya yang perlu saya kutip adalah belum terintegrasinya tenaga-tenaga pendamping desa," jelas Muhadjir.

Baca juga: Mendes PDTT isi kekosongan ribuan tenaga pendamping desa

Dia menyampaikan tenaga-tenaga pendamping dan penyuluh desa yang berasal dari kurang lebih 12 kementerian dan lembaga belum bersinergi optimal di desa.

Berdasarkan catatannya jumlah tenaga pendamping dan penyuluh dari 12 kementerian dan lembaga itu sekitar 306.000 orang, sementara dari Kementerian Desa sendiri memiliki tenaga pendamping 36.384 orang.

"Dan kalau dikaitkan dengan desa sebetulnya jumlahnya masih kurang, karena jumlah desa sebanyak 74.953 desa. Dengan asumsi satu desa satu pendamping maka jumlahnya masih kurang," kata dia.

Namun dia menekankan seandainya tenaga tenaga pendamping dari 12 kementerian/lembaga yang jumlahnya 306.000 orang itu disinergikan maka sebetulnya kekurangan bisa ditutupi bahkan saling menutupi.

Baca juga: Tumbuhkan sektor IKM, Kemenperin latih tenaga penyuluh lapangan
Baca juga: Kementan libatkan ribuan mahasiswa dampingi petani

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar