Babel terbitkan kebijakan larangan isolasi mandiri COVID-19

id isolasi mandiri covid-19

Perum LKBN Antara Biro Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapid tes COVID-19, sebagai komitmen perusahaan dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Pangkalpinang, Senin (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerbitkan kebijakan larangan isolasi mandiri bagi masyarakat terkonfirmasi COVID-19, guna menekan penyebaran di kluster keluarga.

"Dalam waktu dekat ini, kita tidak lagi memperkenankan masyarakat terpapar COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan kebijakan larangan bagi masyarakat terkonfirmasi COVID-19 sedang disusun, sebagai langkah pemerintah untuk menekan dan memutus penyebaran virus corona di negeri serumpun sebalai ini.

"Mudah-mudahan dalam pekan ini kebijakan larangan isolasi mandiri sudah selesai dan diberlakukan di masyarakat," ujarnya.

Menurut dia untuk mengatasi lonjakan pasien COVID-19 ini, Pemprov Kepulauan Babel telah mempersiapkan asrama haji sebagai isolasi masyarakat terpapar virus berbahaya ini.

"Jika kami memberlakukan larangan isolasi mandiri ini, tentunya Wisma Isolasi di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Babel tidak akan mampu menampung pasien terpapar virus berbahaya ini," katanya.

Oleh karena itu, Pemprov Kepulauan Babel akan menjadikan wisma asrama haji ini sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 agar penanganan virus corona ini lebih optimal.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, asrama haji ini sudah dapat dimanfaatkan untuk menampung pasien COVID-19," katanya.

Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa mengatakan kasus COVID-19 di Babel didominasi dari kluster keluarga dan lingkungan perkantoran.

"Kami sangat menyambut baik kebijakan larangan isolasi mandiri ini, untuk menekan kasus COVID-19 yang dalam bulan ini mengalami peningkatan," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru, jumlah kumulatif warga terpapar COVID-19 sudah mencapai 337 kasus, selesai isolasi 278 pasien dan meninggal dunia sebanyak empat orang.

Sementara itu, jumlah kumulatif data suspek mencapai 1.612 orang atau bertambah 5 orang dan orang dalam pemantauan yang melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 ini sebanyak 4.477 orang atau bertambah 89 orang dibandingkan hari sebelumnya.

"Mudah-mudahan dengan tidak ada lagi isolasi mandiri ini dapat mengoptimalkan penanganan virus corona ini di masyarakat khususnya kluster rumah tangga," katanya.*

Pewarta : Aprionis
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar