BPBD Banjarnegara ingatkan warga waspadai bencana hidrometeorologi

id Bpbd banjarnegara,Bencana hidro

Kepala BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto (baju oranye) ANTARA/HO - Humas Pemkab Banjarnegara

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, mengingatkan warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi menjelang awal musim hujan.
 

"Warga Banjarnegara perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan tanah longsor mengingat sebentar lagi akan memasuki awal musim hujan," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto di Banjarnegara, Senin.
 

Dia menjelaskan menurut prakiraan BMKG wilayah Banjarnegara akan mulai memasuki musim hujan pada bulan Oktober 2020.
 

"Masyarakat tidak perlu panik namun perlu tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama terutama mereka yang tinggal di lokasi rawan longsor," katanya.
 

Dia menambahkan, warga perlu waspada bila terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama yaitu di atas 30 menit karena dikhawatirkan dapat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, angin kencang.
 

"Tingkatkan kearifan lokal, jika ada rekahan tanah segera diatasi dan laporkan ke BPBD Banjarnegara," katanya.
 

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah Setyoajie Prayoedhie mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrem pada saat pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
 

"Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga dan kabupaten lain di Jawa Tengah pada saat ini mulai memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sehingga perlu diwaspadai kemungkinan cuaca ekstrem," katanya.
 

Dia menjelaskan, Banyumas dan sekitarnya diprakirakan akan memasuki awal musim hujan pada dasarian pertama bulan Oktober 2020.

Baca juga: BPBD: Akses jalan Desa Slatri kembali normal setelah longsor

Baca juga: BPBD Banjarnegara tanam vetiver di lokasi rawan longsor

 

"Sekarang ini peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, sementara awal musim hujan paling awal dasarian pertama bulan Oktober, meliputi sebagian besar Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Wonosobo.

Selain itu, sebagian Banyumas dan Magelang serta beberapa wilayah di Jawa Tengah lainnya," katanya.
 

Dia menambahkan terkait dengan pancaroba, pihaknya mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi hujan lebat dengan intensitas sedang hingga lebat, dalam durasi pendek maupun panjang yang disertai angin kencang dan petir.
 

Dia menambahkan pihaknya akan terus melakukan pemuktahiran data untuk menginformasikan kondisi cuaca terkini kepada masyarakat.
 

"Masyarakat juga dapat mengakses media sosial yang kami miliki untuk mengetahui prakiraan cuaca terkini," katanya.

Baca juga: BPBD: Longsor di Majatengah akibatkan dua rumah rusak

Baca juga: BPBD Banjarnegara kembali imbau warga waspadai pergerakan tanah


Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar