WNI jamaah tablig di India meninggal akibat serangan jantung

id wni jamaah tablig,india,menlu retno marsudi,perlindungan wni

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) antre saat pemeriksaan di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai, India, Jumat (22/5/2020). Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Mumbai memfasilitasi proses repatriasi mandiri 117 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di India karena terdampak pemberlakuan kebijakan "total lockdown" untuk mecnegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/KJRI Mumbai/pras.

Jakarta (ANTARA) - Seorang anggota jamaah tablig asal Indonesia meninggal dunia di Chennai, India, akibat serangan jantung.

“Sejauh ini KJRI Mumbai telah memberikan bantuan kekonsuleran, dan sesuai permintaan keluarga, jenazah akan dimakamkan di India,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pengarahan media secara virtual, Rabu.

WNI yang meninggal dunia pada 22 September 2020, merupakan salah satu dari sekitar 700 jamaah tablig asal Indonesia yang tersangkut kasus hukum di India.

Ratusan WNI tersebut didakwa terkait pelanggaran visa, pelanggaran aturan kekarantinaan tentang epidemi, kelalaian menyebabkan penyebaran penyakit, serta pelanggaran aturan penanganan bencana di negara Asia Selatan itu.

Terkait hal ini, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai telah membantu penanganan kasus hukum yang dihadapi para WNI dan secara bertahap memulangkan mereka ke Tanah Air.

Pada 25 September lalu, kedua perwakilan RI tersebut kembali memulangkan 25 WNI dari India sehingga total 530 WNI jamaah tablig yang sempat bermasalah telah kembali ke Indonesia. Sementara itu, sebanyak 221 WNI lainnya sedang diupayakan pemulangannya.

Insya Allah kita akan kembali memulangkan jamaah tablig WNI dari India pada 5 Oktober mendatang, jumlah pastinya masih menunggu proses administrasi dari berbagai otoritas di India,” tutur Retno.

Baca juga: Perwakilan RI di India terus berupaya pulangkan WNI jamaah tablig
Baca juga: Sebanyak 98 WNI jamaah tablig di India dijatuhi hukuman denda
Baca juga: WNI jamaah tablig yang bermasalah hukum di India telah direpatriasi


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar