Kemarin, G-30S/PKI film pendidikan hingga kelola stress saat pandemi

id Film G-30S/PKI,pki,pancasila,update COVID-19 ,Stress saat pandemi

Bendera merah putih setengah tiang pada 30 September 2020 mengenang hari berkabung nasional atas Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G 30 S/PKI) 55 tahun lalu yang membantai sejumlah jenderal TNI. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa terjadi di Indonesia pada Rabu (30/9) mulai dari sejarawan menilai film G-30S/PKI adalah film pendidikan hingga pengelolaan stres saat pandemi COVID-19 cegah gangguan jantung. Berikut sajian berita kesejahteraan rakyat (kesra) yang dirangkum LKBN ANTARA.

1. Sejarawan nilai Film G-30S/PKI sebagai film pendidikan karakter kebangsaan

Sejarawan sekaligus Ketua Departemen Sejarah Universitas Indonesia (UI) Dr Abdurakhman menilai Film G-30S/PKI merupakan sebuah film pendidikan bagi anak didik di Tanah Air sehingga baik untuk upaya penanaman karakter kebangsaan.

Selengkapnya baca di sini

2. Kemenkes percepat penyelesaian klaim RS terkait COVID-19

Kementerian Kesehatan RI mempercepat penyelesaian klaim biaya perawatan pasien COVID-19 untuk memastikan arus kas keuangan rumah sakit tetap terjaga agar bisa memberikan pelayanan optimal.

Selengkapnya baca di sini

3. Pancasila harus menyala pada hati tiap individu, kata Mendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia harus menyala pada setiap hati individu.

Selengkapnya baca di sini

4. Sembuh COVID-19 di RI akhir September tambah 4.510 jadi 214.947 orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 30 September 2020, jumlah pasien sembuh dari penyakit COVID-19 bertambah 4.510 orang menjadi total 214.947 orang.

Selengkapnya baca di sini

5. Pengelolaan stres saat pandemi COVID-19 cegah gangguan jantung

Proses adaptasi dalam menjalani tatanan kehidupan baru akibat pandemi COVID-19, dapat membuat banyak individu dihinggapi rasa cemas.

Selengkapnya baca di sini

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar