Pasien COVID-19 di Sulteng bertambah 30 orang dan 20 orang sembuh

id Sulteng,Sandi,Resesi,Corona

Ilustrasi - Seorang petugas menjaga ruang perawatan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura, Palu, Sulawesi tengah, Rabu (30/9/2020) untuk membatasi pembesuk pasien. ANTARA/Basri Marzuki/foc.

Palu (ANTARA) - Pasien COVID-19 di Sulteng bertambah 30 orang dan 20 orang pasien COVID-19 sembuh, kata Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming.

"Hari ini 30 orang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab mereka. 30 orang itu berada di sejumlah daerah di Sulteng," katanya di Palu, Kamis malam.

Ia menerangkan 30 orang itu menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik Pemerintah daerah setempat antara lain 13 orang di Kota Palu, lima orang di Kabupaten Donggala.

Kemudian empat orang di Morowali, satu orang di Morowali Utara, satu orang di Banggai Laut dan enam orang di Banggai. Sementara itu 20 orang juga dinyatakan telah sembuh hari ini.

"Dua puluh pasien COVID-19 tersebar di sejumlah daerah meliputi enam orang di Kota Palu, 11 orang di Donggala, dua orang di Banggai dan satu orang di Sigi. Selain itu satu orang pasien COVID-19 di Palu dinyatakan meninggal dunia,"  ujarnya.

Baca juga: Ketua positif COVID-19, pengurus dan staf KONI Sulteng rapid test
Baca juga: Pemprov Sulteng gunakan 100 kamar gedung BPSDM untuk pasien COVID

Sehingga secara kumulatif, lanjut Haris, hingga kini 440 orang di Sulteng telah terinfeksi COVID-19.

Dari 440 orang tersebut, 287 orang dinyatakan telah sembuh, 17 orang meninggal dunia , 136 orang menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat dan satu orang diisolasi di luar Sulteng.

"Kami berharap kasus COVID-19 di Sulteng berkurang dan seluruh pasien dapat sembuh seiring dengan berbagai kebijakan pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya.

Baca juga: Pemprov Sulteng wajibkan tes usap COVID-19 pelaku perjalanan
Baca juga: Pemkab Morowali Utara swab gratis 5.000 warganya cegah COVID-19


Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar