Terjadi lonjakan kasus baru COVID-19 di NTT

id kupang,Covid ntt,Dinkes ntt

Kepala Dinas kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Meserasi Ataupah. ANTARA/Benny Jahang

Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Meserasi Ataupah menyebutkan adanya lonjakan kasus baru COVID-19 yang menyebabkan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di provinsi berbasis kepulauan ini telah menembus 439 orang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas kesehatan NTT, Meserasi Ataupah ketika dihubungi ANTARA, Kamis.

Ia mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan terhadap 188 spesimen swab yang dilakukan tim medis di laboratorium monekuler PCR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.Dr. W/Z.Johannes Kupang diketahui ada 10 sample swab yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: Sebanyak 19 kabupaten/kota di NTT telah terpapar COVID-19

Kesepuluh sample yang positif itu kata dia berasal dari Kota Kupang enam orang terdiri dari lima orang transmisi lokal dan satu orang pelaku perjalanan dari Pulau Flores.

Selain itu menurut Meserasi Ataupah terdapat satu kasus positif COVID-19 dari Kabupaten Kupang dari kluster transmisi lokal.

Meserasi Ataupah yang juga menjabat sebagai penjabat sementara Bupati Malaka itu mengatakan, ada penambahan dua kasus baru di Kabupaten Sikka, merupakan pelaku perjalanan dari Kalimantan dan satu dari transmisi lokal.

Baca juga: Satu keluarga di Kota Kupang terpapar COVID-19

Sedangkan satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19 berasal di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dari transmisi lokal.

Ia mengatakan, penambahan 10 kasus baru COVID-19 di NTT sehingga secara akumulatif jumlah kasus terkonfirmasi positif telah menembus 439 orang dengan tujuh kasus kematian akibat paparan COVID-19.

"Sampai saat ini yang masih dalam perawatan dan karantina masih 147 orang," tegasnya. 

Baca juga: Bupati Alor-NTT klaim berhenti jika warganya meninggal karena COVID
Baca juga: Gubernur NTT minta warga perkuat daya tahan tubuh cegah COVID-19

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar