Kemenhan bangun Universitas Pertahanan di perbatasan RI-Timor Leste

id Belu, universitas perbatasan, NTT, Kota Kupang

Acara peletakan batu pertama pembangunan Universitas Pertahanan Di Belu. (Antara/Ho)

Kupang (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangunan Politeknik Universitas Pertahanan dr. Ben Mboi, MPH di Bukit Besaknanae, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupateb Belu, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kamis.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Desk Pengembangan Wilayah Perbatasan RI-RDTL Mayjen TNI Nugroho Budi Sulistyo sekaligus dimulainya pembukaan lahan pembangunan Politeknik Universitas Pertahanan dr. Ben Mboi,MPH di atas tanah seluas 85 hektare.

Budi dalam sambutannya usai melakukan peletakan batu pertama mengatakan bahwa terlaksananya pembangunan universitas pertahanan tersebut berkat sinergi yang erat antara Pemprov NTT dan Pemkab

"Kita berterima kasih kepada Pemprov NTT dan Pemkab Belu yang sudah memperlancar semuanya sehingga pada hari ini peletakan batu pertamanya dapat berjalan dengan baik," ujar Budi.

Ia menambahkan bahwa maksud dan tujuan mulai dibangunya universitas pertahanan di kawasan perbatasan itu karena Kemenhan sebagai fungsinya ingin mempertahankan kedaulatan bangsa di kawasan perbatasan itu.
.
“Kehadiran Kampus ini selaras dengan fokus Presiden Joko Widodo yang mengutamakan pembangunan SDM di wilayah perbatasan negara sebagai beranda terdepan NKRI," ungkap tambah Budi.

Menurut Budi, aktivitas perkuliahan di universitas itu ditargetkan mulai 2021 mendatang.Oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya dari Pemkab Belu sendiri.

Terkait jenjang mata kuliah apa saja yang ada di Universitas tersebut, kata dia, terdiri dari komplek pendidikan kejuruan Diploma III Program Building School, kemudian ketarunaan yang dilengkapi fasilitas asrama dan bimbingan pengasuhan serta menyediakan program jurusan pertanian, kelautan dan perikanan.
 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar