Lebak terapkan genap ganjil batasi pedagang pasar selama PSBB

id lebak,covid

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menerapkan sistem genap ganjil dengan membatasi kapasitas pedagang pasar Rangkasbitung untuk menghindari kerumunan massa selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menerapkan sistem genap ganjil dengan membatasi kapasitas pedagang pasar Rangkasbitung untuk menghindari kerumunan massa selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kami mengapresiasi dua hari pemberlakuan sistem genap ganjil tidak terjadi penumpukan kerumunan pasar Rangkasbitung," kata Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Lebak Dede Jaelani, Jumat.

Pemberlakuan sistem genap ganjil pasar Rangkasbitung itu diterapkan selama masa PSBB mulai tanggal 1 sampai 20 Oktober 2020.

Mereka para pedagang itu berjualan dengan kapasitas setengahnya secara bergiliran dari jumlah total pedagang.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Lebak bertambah 14 orang

Baca juga: Kasus COVID-19 di Lebak bertambah sembilan orang


"Kegiatan pedagang diberlakukan hanya 50 persen dengan sistem ganjil genap itu," katanya menjelaskan.

Pemberlakuan sistem genap ganjil itu nantinya akan diterapkan di pasar besar lainnya di Kabupaten Lebak.

Pemberlakuan sistem genap ganjil tersebut untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19, dimana saat ini kasus positif di Kabupaten Lebak cenderung meningkat.

Karena itu, para pedagang yang mendapat nomor ganjil dipersilahkan berjualan pada tanggal ganjil, begitu juga sebaliknya untuk yang mendapat nomor genap.

Selain itu juga petugas akan melakukan pembubaran jika terjadi kerumunan massa yang mengundang potensi penyebaran Covid-19.

"Kami juga selama PSBB melarang pesta pernikahan dan tempat hiburan yang bisa terjadi kerumunan," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan jumlah kasus corona di daerah ini bertambah dua orang dan menjadi 208 orang dari sebelumnya 206.

Dari 208 orang itu dengan rincian 80 orang dinyatakan sembuh, 123 orang menjalani isolasi mandiri baik di rumah maupun di RSUD Banten serta lima orang dilaporkan meninggal dunia.

"Kami minta warga selama PSBB dapat menaati protokol kesehatan dan tidak mendatangi kerumunan massa guna mencegah pandemi COVID-19," katanya.*

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Lebak bertambah 7 menjadi 62

Baca juga: Pasien positif COVID-19 meninggal di Lebak bertambah jadi lima orang

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar