ASN Biak Numfor bersyukur pemasangan ring jantung dicakup JKN-KIS

id JKN-KIS,Pemasangan RIng Jantung,BPJS Kesehatan,Jaminan Kesehatan Nasional,Kartu Indonesia Sehat

Aparatus sipil negara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor Made Surya Dana saat ditemui di Rumah Sakit Angkatan Laut Biak Numfor, Selasa (29/09) untuk menjalani perawatan setelah operasi pemasangan ring jantung yang dicakup oleh layanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). (BPJS Kesehatan)

Jakarta (ANTARA) - Seorang aparatur sipil negara yang bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor merasa bersyukur operasi pemasangan ring jantung dicakup oleh Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Beruntung saya memiliki kartu JKN-KIS, sehingga bisa menjalani operasi pemasangan ring. Tanpa kartu JKN-KIS saya tidak tahu bagaimana nasib saya karena saya tahu betul pengobatan jantung, apalagi sampai pasang ring, biayanya sangat mahal," kata Made Surya Dana (55), melalui siaran pers yang diterima dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Senin.

Baca juga: Rehabilitasi medik dijamin JKN sesuai indikasi

Made mengatakan sudah tiga kali menggunakan layanan JKN-KIS untuk operasi pemasangan ring jantung. Yang pertama dan kedua pada Oktober 2016 dan 2018. Akhir September 2020 lalu, dia harus menjalani pemasangan ring jantung yang ketiga karena kadar hemoglobinnya turun empat gram.

Made mengaku dia selalu dilayani dengan baik oleh fasilitas kesehatan selama berobat menggunakan kartu JKN-KIS, meskipun tidak mengeluarkan biaya pribadi sama sekali, termasuk untuk operasi pemasangan ring jantung.

Made menilai program JKN-KIS dirasakan tetap sama di mana pun berobat, sehingga tidak ada masalah. Dia mengaku sudah pernah menjalani pengobatan di beberapa daerah, termasuk ketika harus dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.

"Saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun ketika berobat, tetapi memperoleh pelayanan yang sangat bagus. Padahal, iuran JKN-KIS yang dipotong dari gaji jauh tidak sebanding dengan manfaat yang bisa saya terima," tuturnya.

Made berharap program JKN-KIS terus dilanjutkan dan dikembangkan karena sangat membantu masyarakat, termasuk dirinya.

Karena paham dan merasakan manfaat program JKN-KIS, Made merasa perlu ikut berpartisipasi dengan membayar iuran yang dipotong dari gajinya setiap bulan.

Baca juga: Ancaman gagal ginjal dibalik minuman berenergi

Baca juga: Layanan JKN yang tak terhenti di kala pandemi


"Saya ikhlas gaji saya dipotong setiap bulan agar program ini bisa tetap berjalan dengan baik," katanya.

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar