Peneliti sebut perlu pengusutan soal lamanya izin impor bawang putih

id peneliti,izin impor bawang putih,surat persetujuan impor

Pedagang menyortir bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (1/10/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

Jakarta (ANTARA) - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengingatkan pentingnya pengusutan soal proses pemberian izin impor bawang putih yang dirasakan terlalu lama oleh beberapa importir.

"Usut, jika memang ada kesengajaan menunda impor bawang putih dengan tujuan menaikkan harga," kata Rusli dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Rusli mengatakan pengusutan itu penting mengingat harga bawang putih sedang naik di pasaran hingga sempat menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami inflasi pada periode September 2020.

Untuk itu, ia mengharapkan pasokan bawang putih tidak terhambat agar harganya kembali stabil, salah satunya dengan tidak mempersulit proses penerbitan surat persetujuan impor (SPI).

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo menambahkan keluhan dari sejumlah importir soal SPI bukan merupakan hal baru karena terus berulang dan telah mengganggu kestabilan harga bawang putih di berbagai daerah.

"Ini berita lama, kalau belum dibereskan, importir-importir yang harus membayar biaya politik. Kalau diambil tindakan, tidak ada biaya politik," katanya.

Ia mengharapkan kebijakan impor bawang putih harus mempunyai ukuran yang jelas sesuai dengan kebutuhan, agar kuota impor tidak hanya dikuasai pelaku usaha tertentu dan bisa mencegah masuknya barang ilegal.

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi memastikan pasokan bawang putih yang beredar di pasaran saat ini merupakan barang yang legal dengan proses perizinan yang jelas.

Ia juga menambahkan pasokan bawang putih saat ini masih memadai dan tidak mengalami masalah, karena persediaan tidak hanya dipenuhi melalui impor, tapi juga dari produksi petani lokal yang bisa mencukupi.

"Indonesia masih memiliki produksi bawang putih. Memang kekurangan supply atas demand, kita impor. Nah, pemerintah harus bisa menjaga juga, jangan sampai jika banjir impor bawang putih harga akan jatuh," ujarnya.

Meski demikian, Didi tidak mau berkomentar banyak soal SPI yang tidak kunjung terbit yang dikeluhkan sejumlah importir, meski ia menjanjikan izin impor tersebut akan terbit dalam waktu dekat.

Baca juga: KPPU dukung pengusutan dugaan persaingan tak sehat impor bawang putih
Baca juga: Kementan targetkan Indonesia swasembada bawang putih pada 2024
Baca juga: Menko Perekonomian: 78 ribu ton bawang putih impor bakal masuk di Mei

Pewarta : Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar