Kemenag-LIPI-Nano Center Indonesia kembangkan madrasah riset

id Kemenag Riau

Ajang lomba karya tulis ilmiah berbasis riset bagi madrasah tsanawiyah (MTs) dan ​​​​​​​madrasah aliyah (MA) yang disebut Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) 2020 yang digagas Kementerian Agama. ANTARA/Andi J/HO-Kemenag

Provinsi Riau (ANTARA) - Kementerian Agama berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Nano Center Indonesia akan mengembangkan madrasah berbasis riset.

"Sinergi tiga pihak ini ditandai penandatanganan kerja sama oleh Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ahmad Umar, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Nurul Taufiqu Rochman, dan Ketua Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Nanoteknologi Indonesia (Nano Center Indonesia) Suryandaru," kata Humas Kemenag Riau, Mudhalifah di Pekanbaru, Jumat.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Gedung Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI.

Mengutip Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ahmad Umar, ia mengatakan, untuk pengembangan program pendidikan madrasah berbasis riset dengan implementasi pembelajaran aktif STEM melalui pengembangan inovasi untuk peningkatan kapasitas SDM secara holistik, hebat, dan bermartabat.
Baca juga: Siswa madrasah di Gorontalo buat alat pembelah durian

Pengembangan madrasah riset ini, kata Umar lagi, merupakan kelanjutan dari program Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) yang sudah berlangsung sejak 2018. Saat ini, bahkan tengah dilakukan proses penilaian terhadap 5.600 proposal untuk lomba Myres 2020.

"Dengan kerja sama ini, para juara Myres akan dilatih dan diberikan akses penelitian bimbingan di LIPI dengan menggunakan sarana yang dimiliki LIPI. Mereka juga akan diberi akses dan peluang ikut dalam kompetisi tingkat internasional melalui jaringan LIPI," kata Umar.

Umar menjelaskan, ruang lingkup perjanjian kerjasama tiga pihak ini meliputi peningkatan dan pengembangan program madrasah berbasis riset, peningkatan dan pengembangan inovasi siswa madrasah, serta peningkatan dan pengembangan produk pembelajaran sains bagi siswa madrasah. Termasuk juga dalam lingkup sinergi ini, pengembangan program pendampingan persiapan melanjutkan pendidikan di luar negeri bagi siswa madrasah.

"Aktif STEM sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan disiplin Science, Technology, Engineering and Mathematics. Keempat komponen ini dilaksanakan dalam proses pembelajaran," jelas Umar.
Baca juga: Menag apresiasi pengembangan Madrasah International Language Centre
Baca juga: Pemerintah prioritaskan pengembangan madrasah di Indonesia timur


Sebagai tindak lanjut, kata Umar, para pihak akan merumuskan skema pelaksanaan program. Untuk tahun pertama, pengembangan madrasah riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang Sains. Tim Juri Myres sedang melakukan penilaian proposal Myres 2020 yang sudah masuk. Peserta terpilih akan diberi kesempatan melakukan presentasi proposal dan pendalaman materi. Mereka selanjutnya akan melakukan penelitian dan nantinya harus mempresentesikan hasil penelitiannya.

"Madrasah asal dari para peserta terbaik ini akan dijadikan sebagai pilot project pendampingan dalam kerja sama ini," katanya.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Nurul Taufiqu Rochman sangat mengapresiasi langkah kongkrit Direktorat KSKK dalam peningkatan riset di madrasah. Menurut dia, sinergi ini merupakan kali pertama yang dilakukan dengan Kementerian Agama. “Nano center siap dalam mendukung dan bekerjasama dalam implementasi program penguatan riset di madrasah.

"Peningkatan kompetensi dan kapasitan siswa secara holistik, hebat, dan bermartabat, salah satunya dengan mengimplementasikan kemampuan bidang riset yang bisa memadukan ilmu-ilmu sains dan nilai-nilai ajaran Islam," katanya.
Baca juga: Kemenag: kompetisi karya tulis budayakan riset siswa

Pewarta : Frislidia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar