Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah 13 orang

id RS COVID-19 Bantul

Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah 13 orang

Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul di Bambanglipuro merawat pasien positif COVID-19 (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir bertambah 13 orang, sehingga total kasus positif hingga Jumat ini, sebanyak 766 orang.

"Informasi hari ini, ada penambahan pasien positif COVID-19 berjumlah 13 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa dalam keterangan resmi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, 13 pasien baru itu berasal dari Kecamatan Kretek satu orang, Kecamatan Sewon satu orang, Kecamatan Bantul lima orang, Kecamatan Sanden dua orang, Kasihan satu orang, Banguntapan dua orang dan Kecamatan Piyungan satu orang.

Selain kasus positif, Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul tersebut, menginformasikan empat pasien positif COVID-19 yang sembuh.

Baca juga: Dinkes Bantul giatkan tracing dan testing meski kasus COVID-19 stabil

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah delapan menjadi 753 orang


Empat pasien sembuh itu berasal dari Kecamatan Bantul satu orang, Kecamatan Pajangan satu orang, Kecamatan Banguntapan satu orang dan Kecamatan Jetis satu orang.

Adapun total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi berjumlah 766 orang dengan dinyatakan sembuh 662 orang, sementara kasus positif meninggal berjumlah 22 orang.

Dengan demikian, pasien positif COVID-19 yang masih menjalani isolasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan sampai saat ini berjumlah 82 orang, dengan terbanyak di Kecamatan Kasihan 18 orang, dari Sewon 14 orang dan Banguntapan 12 orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan berdasarkan evaluasi instansinya kasus positif di Bantul masih didominasi dengan riwayat perjalanan atau pelaku perjalanan terutama dari daerah dengan penularan COVID-19 yang tinggi.

"Memang ada kluster keluarga, tetapi kalau dirunut rata-rata didominasi riwayat perjalanan, sehingga memang kenapa di daerah perbatasan Bantul itu kasusnya lebih banyak, karena kemungkinan mereka urban, masyarakatnya sering pergi ke luar kota," katanya.

Meski demikian, guna mencegah penularan, pihaknya mengajak semua pihak dan masyarakat untuk selalu memegang prinsip penanggulangan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3 M, yaitu selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.*

Baca juga: Bantul pastikan surat penutupan usaha akibat pegawai COVID-19, palsu

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 15 jadi 643 orang

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar