Polres Karimun tangkap kurir sabu 2 kilogram jaringan internasional

id polres karimun,polda kepri,sabu,narkoba

Kapolres Tanjungpinang AKBP Adenan (tengah) menyampaikan siaran pers terkait penangkapan kurir sabu-sabu seberat 2 kilogram di Mapolres setempat, Senin (19/10). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Karimun menangkap seorang pria berinisial BK yang diduga kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 2 kilogram jaringan internasional di Pelabuhan KPK Sri Tanjung Gelam, Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan di Mapolres Karimun, Senin, mengatakan pelaku ditangkap pada tanggal 10 Oktober 2020.

Penangkapan berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa ada seorang pria yang diduga melakukan transaksi narkoba mengenakan tas hitam.

Baca juga: Polda Kepri amankan kurir sabu 1 Kg

"Setelah terima informasi itu, tim Satnarkoba langsung turun ke lokasi dan melakukan penangkapan terhadap pelaku, berikut dua paket sabu-sabu seberat 2 kilogram yang dibungkus menggunakan plastik bening kemasan teh China merek guanyinwang," kata Kapolres Adenan.

Dari hasil interogasi, kata Adenan, pelaku mengaku barang itu baru saja diambil dari pinggir laut Coastal Area atas arahan dari tersangka berinisal To, asal Malaysia yang saat ini menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Polri ungkap narkoba jenis baru "red ice" di wilayah Kepri

Menurut dia, pelaku BK rencananya akan mengantar sabu-sabu tersebut ke Kecamatan Kundur. Namun belum diketahui siapa yang bertindak sebagai penerima sesampainya di daerah tersebut.

“Tersangka mendapat upah sebesar Rp2 juta untuk mengantar sabu-sabu ke Kundur,” katanya.

Tersangka BK kini ditahan di Mapolres Karimun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Polda Kepri musnahkan 24,9 Kg sabu

Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 122 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda sebesar Rp1 miliar sampai dengan Rp10 miliar.

Pewarta : Ogen
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar