Tuchel beberkan faktor kekalahan PSG dari United

id Liga Champions, Manchester United, Paris St Germain

Pelatih Paris St Germain Thomas Tuchel saat pertandingan Liga Champions melawan Manchester United di Parc des Princes, Paris, Prancis, 20 Oktober 2020. (REUTERS/GONZALO FUENTES)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Paris St Germain (PSG) Thomas Tuchel membeberkan bahwa timnya kurang intensitas saat mengawali Liga Champions dengan kekalahan 1-2 dari Manchester United di kandang, Rabu dini hari dan membuat kekalahan fase grup pertama klub Parc des Princes itu dalam 16 tahun terakhir.

PSG berjuang keras sepanjang pertandingan, namun kemudian menjadi korban gol menit-menit terakhir Marcus Rashford yang juga pernah menyingkirkan mereka dari 16 besar Liga Champions musim 2018-2019.

"Tidak mungkin kami menang hari ini. Saya tak tahu mengapa kami kekurangan ritme dan intensitas, sungguh mengejutkan," kata Tuchel seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Gol Marcus Rashford jelang menit akhir antar MU pecundangi PSG 2-1
Baca juga: Solskjaer kurang begitu euforia walau United tundukkan PSG


Pelatih ini terpaksa tidak menurunkan kapten Marquinhos karena bek tengah itu belum pulih pulih dari cedera pangkal paha yang dideritanya sewaktu membela Brazil.

"Pada babak pertama kami tidak cukup kuat, kami tidak cukup bermain bersama. Kemudian kami lebih baik setelah jeda, namun sulit untuk tidak tampil lebih baik mengingat bagaimana kami bermain sepanjang babak pertama," tambah Tuchel.

PSG tidak berhasil menutup ruang United dan itu mengakibatkan Rashford mencetak gol kemenangan dengan tembakan silang rendah yang tepat ke sudut gawang setelah melesat dari tengah lapangan.

"Pertandingan ini terlalu terbuka, kami gagal mengendalikannya," jelas Tuchel. Dia menambahkan bahwa lini tengah sementaranya di mana Danilo Pereira menggantikan Marco Verratti yang cedera tidak memiliki pengalaman bermain kolektif.

"Kami menciptakan lini tengah yang baru pertama kali bermain bersama, itu tidak gampang," tambah dia.

Tetapi PSG juga mandul di lini depan setelah Neymar, Kylian Mbappe dan Angel Di Maria tidak begitu mengirimkan ancaman.

"Kami tidak bermain pada level kami dalam bertahan atau menyerang," kata Tuchel.

"Kini tak ada waktu untuk marah atau kehilangan ketenangan kami. Kami cuma mesti jujur pada diri kami sendiri dan mempertanyakan performa kami. Hari ini memang awal yang sulit."

Baca juga: MU pecundangi PSG, penampilan De Gea dan Tuanzebe dihujani sanjungan
Baca juga: Chelsea dan Sevilla main imbang, selaras tren laga pembuka Grup E
Baca juga: Barcelona gilas Ferencvaros 5-1, walau tuntaskan laga dengan 10 pemain


 

Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar