Dokter terinfeksi corona ceritakan kesembuhan di Pesantren COVID-19

id muallim hawary,dokter penyintas,dokter penyintas covid-19

Manajer Pelayanan Medis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dr Muallim Hawari, MMR. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Dokter Muallim Hawari, MMR menceritakan dirinya mampu sembuh dari COVID-19 setelah diisolasi di Pesantren COVID-19 yang dikelola RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

"Kami ikuti pedoman Kementerian Kesehatan. Yang kami lakukan, di RS tempat kami bekerja, menyediakan tempat isolasi mandiri, sebutannya Pesantren COVID-19," kata dr Alim dalam wawancara daring di acara Podcast ANTARA "Berisik" yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Manajer Pelayanan Medis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta itu mengatakan pemilihan kata Pesantren COVID-19 memiliki dampak psikologis yang baik. Kata tersebut merupakan antitesis dari penyebutan ruang isolasi yang kesannya mengerikan bagi banyak orang.

Pesantren COVID-19, kata dia, berbeda dengan tempat isolasi mandiri di tempat lain yang mengesankan sebagai ruang yang dikunci atau ditutup aksesnya dari dunia luar.

"Konsepnya itu memanusiakan dan memperlakukan mereka yang terpapar sebagaimana kita ingin diperlakukan. Itu semangat buat kami," katanya.

Di pesantren tersebut, kata dia, memiliki kegiatan yang murni secara medis dengan diberikan obat dan vitamin. Sementara aktivitasnya adalah berolahraga teratur, termasuk mengonsumsi pangan bergizi dan istirahat yang cukup.

"Ada kegiatan di tempat aktivitas terbuka, olahraga, senam. Kami yang tadinya jarang, setiap hari justru selama di Pesantren COVID-19 bisa olahraga dua kali, dan ibadah menjadi lebih intensif," katanya.

"Ini membuat kami yang terkena COVID-19 mampu mendekatkan diri kepada Allah, merenung kepada Allah, merenung apa yang sudah kita lakukan selama ini, sudah cukup atau belum, bersyukur atau tidak. Fisik kuat, psikis kuat, spiritual juga harus kuat," katanya.

Alim mengatakan dirinya diisolasi di Pesantren COVID-19 bersama tenaga kesehatan lainnya yang total berjumlah 23 orang. Para tenaga kesehatan itu bercampur bersama masyarakat umum yang juga terinfeksi corona sehingga total 70 orang.

"Ternyata di situ mengubah banyak kebiasaan, hidupnya teratur, makan tertib, banyak protein sayur dan buah. Aktivitas sekarang dokter itu berapa kali sehari, seminggu, sebulan, menyempatkan waktu olahraga," kata dia.

Adapun cerita nyata dr Muallim di atas merupakan bagian dari kampanye ANTARA News untuk mengajak pembaca agar selalu #IngatPesanIbu, di antaranya dengan menerapkan gerakan 3M untuk menghindari penularan COVID-19, yaitu dengan #MenggunakanMasker #MencuciTangan dan #MenjagaJarak.

#satgascovid19

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar