Bamsoet dorong kaum milenial majukan pertanian

id Ketua mpr, bambang soesatyo, bamsoet, mpr, mpr ri,empat pilar

Tangkapan layar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) ANTARA/ Tangkapan layar Youtube Kabar Senator/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mendorong kaum milenial untuk memajukan pertanian untuk memperkuat perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

"Indonesia harus mampu melahirkan sedikitnya 10 juta petani milenial. Kalangan muda harus menyadari, profesi petani tak lagi dipandang sebelah mata," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.

Bamsoet menyampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, bersama Lembaga Edukasi untuk Peternakan dan Pertanian Indonesia (LEUPPI) dan SMK Pembangunan Pertanian, secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, potensi bisnis sektor pertanian tak akan pernah mati karena berhubungan dengan hajat hidup utama manusia, bahkan jika ditekuni dengan serius maka profesi petani merupakan profesi yang dekat dengan kemakmuran.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu menegaskan sejarah kelahiran Pancasila tak lepas dari isu peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang dirumuskan para "founding fathers" melalui sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: MPR: "riders" bisa jadi contoh pelaksanaan Empat Pilar

Baca juga: MPR ajak komunitas motor terapkan nilai Empat Pilar


Kemudian- diturunkan ke dalam berbagai pasal di Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, misalnya, Pasal 27 ayat (2) yang mengatur hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Selanjutnya, Pasal 28 H mengenai hak setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan, serta Pasal 31 dan 34.

"Ada delapan belas indikator yang bisa menjadi ukuran untuk menilai sejauh mana amanat konstitusi tersebut telah dijalankan oleh satu periode pemerintahan ke periode pemerintahan penggantinya, antara lain pengeluaran per kapita, angka harapan hidup, persentase penduduk miskin, persentase rumah tangga yang mampu hidup layak, dan jumlah pengangguran terbuka," ujar politikus senior Partai Golkar itu.

Merujuk berbagai indikator kesejahteraan yang ada, Ketua DPR RI ke-20 itu mengatakan harus diakui konsep kesejahteraan yang dicita-citakan Pancasila dan konstitusi masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Banyak capaian yang telah diraih, kata dia, namun juga masih banyak lagi yang belum diraih, misalnya, dari segi angka harapan hidup rakyat Indonesia yang berada di kisaran 69-73 tahun, kalah dibanding Singapura (85,2 tahun), Thailand (76 tahun) maupun Malaysia (75 tahun).

"Untuk mewujudkan kesejahteraan, sektor utama penopang sistem perekonomian harus terus menerus diperkuat, salah satunya pada sektor pertanian dan peternakan. Terbukti di tengah pandemik COVID-19, di saat berbagai sektor penyangga perekonomian nasional mengalami kontraksi pada kuartal II tahun 2020, pertanian menjadi satu-satunya sektor yang tetap tumbuh positif dan menyumbang 15,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka itu meningkat dari kuartal I sebesar 12,84 persen," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, meskipun kontribusi sektor pertanian sebagai penopang perekonomian nasional sangat tinggi, namun ada banyak hal yang masih membutuhkan perhatian, misalnya, kesenjangan dalam penguasaan tanah yang sangat timpang.

Satu orang atau satu kelompok bisa menguasai ratusan atau ribuan hektare tanah, tetapi pada sisi lain jutaan petani hanya memiliki rata-rata 0,3 hektare saja, dan bahkan lebih banyak lagi yang tidak memiliki tanah dan hanya menjadi petani buruh.

"Masih banyak wilayah yang memiliki produk unggulan dan lokasi strategis di luar Pulau Jawa yang belum dikembangkan secara optimal. Antara lain disebabkan terbatasnya akses petani dan pelaku usaha skala kecil terhadap modal pengembangan usaha, input produksi, dukungan teknologi, dan jaringan pemasaran, dalam upaya mengembangkan peluang usaha dan kerja sama investasi," papar Bamsoet.

Turut serta dalam kegiatan itu, antara lain Camat Lembah Seulawah Ilyas, Kapolsek Kecamatan Lembah Seulawah Ipda Bustamam, Danramil Kecamatan Lembah Seulawah Kapten Inf. Sutan Radius, Kepala Desa Suka Damai Salman, Ketua Komite Sekolah Syafruddin Saleh, serta Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Saree Muhammad Amin.

Baca juga: Gus Jazil: Hidupkan Pancasila seperti pesan Sunan Kalijaga

Baca juga: MPR: 4 konsensus kebangsaan relevan jawab tantangan pandemi

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar