Satgas: Liga sepakbola harus pertimbangkan status zona lokasi

id Satgas covid-19,liga sepakbola,status zona lokasi

Dokumentasi - Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito memakai masker usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/aa.

Jakarta (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan penyelenggaraan pertandingan liga sepakbola harus mempertimbangkan status zona lokasi pertandingan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, saat jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, mengatakan semua aktivitas masyarakat yang berkomitmen untuk mematuhi protokol kesehatan boleh dilakukan, termasuk juga penyelenggaraan pertandingan liga sepakbola.

Diketahui liga sepakbola tahun 2020 harus dihentikan sementara karena adanya pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Dalam pelaksanaan liga tersebut, perlu adanya kepatuhan dari seluruh komponen penyelenggara sepakbola atau seluruh yang terkait dengan sepakbola. Federasi, klub, hingga suporter," kata Wiku.

Baca juga: Persipura perpanjang latihan virtual karena tak dapat izin gugus tugas

PSSI katanya, saat ini telah menyusun protokol kesehatan untuk pertandingan sepakbola dengan melibatkan ahli medis dan juga sudah menganggarkan biaya untuk swab test.

Terkait pemberian izin pertandingan sepakbola, perlu adanya koordinasi lebih lanjut antara PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku pelaksana dengan pihak Kepolisian.

Hal itu untuk mempertimbangkan status zonasi dimana pertandingan sepakbola akan dilakukan. "Dan juga perlu diingat, bahwa keputusan penundaan liga yang dilakukan untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama," kata Wiku.

Baca juga: PSSI siapkan tiga rencana jadwal kompetisi sepak bola nasional

Tak lupa ia kembali berpesan untuk masyarakat agar tetap menjaga jarak dan menjauhi kerumunan jelang masa libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020.

Masyarakat juga dianjurkan untuk tidak keluar rumah dan berkerumun di tempat-tempat ramai apabila tidak ada kebutuhan yang mendesak. Masyarakat juga diminta wajib menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Setelah sekian lama, saya mengharapkan masyarakat seharusnya sudah mampu mengadaptasi kebiasaan baru di tengah situasi pandemi ini, apapun keadaannya termasuk liburan panjang," kata Wiku.

Baca juga: LIB pastikan tiada opsi hentikan kompetisi sepak bola nasional

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar