Ketua MPR minta Kemenkes beri perhatian lebih pada tenaga kesehatan

id Ketua mpr ri bambang soesatyo, tenaga kesehatan, covid-19

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo. (ANTARA/HO-Humas MPR RI/am)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Kesehatan memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan tenaga kesehatan dalam masa pandemi COVID-19.

"Saya mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan pihak rumah sakit rujukan untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan jiwa tenaga kesehatan," ujar Bamsoet dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Pernyataan Bamsoet menyikapi fakta bahwa tenaga kesehatan masih sangat rawan tertular COVID-19 di tempat kerja seperti yang baru terjadi di Kota Bekasi, sebanyak 201 tenaga kesehatan telah terpapar COVID-19.

Baca juga: MPR: Peta jalan vaksinasi dan pemulihan ekonomi harus selaras

Baca juga: Bamsoet: Medsos jangan jadi ajang tebar fitnah


Bamsoet mengatakan Kemenkes dan RS rujukan harus memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin bagi tenaga kesehatan serta melakukan pengecekan kesehatan/tes COVID-19 secara rutin.

Selain itu, juga mengatur jadwal tugas bagi tenaga kesehatan serta menambah jumlah tenaga kesehatan yang bertugas, khususnya tenaga kesehatan yang berada di zona merah atau daerah dengan tingkat penularan COVID-19 yang tinggi.

Bamsoet juga mendorong Kemenkes bersama pemerintah daerah dan Satgas Penanganan COVID-19 pusat maupun daerah untuk secara berkala mengevaluasi sistem penanganan COVID-19 di masing-masing fasilitas kesehatan.

"Terutama di rumah sakit rujukan di setiap daerah, untuk mengetahui penyebab terus bertambahnya tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 di tempat mereka bekerja, dan memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan upaya penanganan COVID-19," ujar dia.

Lebih jauh, Bamsoet meminta komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan perlindungan bagi para tenaga kesehatan yang bertugas, selain memberikan dukungan psikologis berupa layanan konseling bagi para tenaga kesehatan dan waktu rehat yang cukup dilakukan secara bergiliran.

Baca juga: Bamsoet: Antisipasi kenaikan kasus COVID-19 saat libur panjang

Baca juga: Bamsoet dorong pemerintah beri perhatian khusus daerah tinggi COVID-19

Baca juga: Ketua MPR ingatkan pentingnya sistem pendukung untuk pasien COVID-19


Mengingat 83 persen tenaga kesehatan di Indonesia mengalami keletihan mental (burnout syndrome) yang disebabkan oleh beban sistem layanan kesehatan yang besar selama pandemi COVID-19.

Dia juga mengimbau dan mengajak semua pihak, khususnya para tenaga kesehatan agar menjaga kesehatan diri dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dimanapun berada, terutama di lingkungan tempat bekerja sebagai salah satu upaya mencegah risiko terpapar COVID-19.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar