MPR: Sosialisasi skala nasional tingkatkan pemahaman terkait kanker

id MPR RI,kanker,Lestari Moerdijat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Dok. Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat atau Rerie mengemukakan pemahaman masyarakat mengenai penyakit kanker merupakan faktor penting dalam proses pengobatan, sehingga perlu edukasi dan sosialisasi berskala nasional untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang kanker.

"Informasi mengenai penyakit kanker saat ini masih sangat minim. Padahal, dukungan orang-orang di sekitar penderita kanker sangat penting dalam proses pengobatannya," kata Rerie dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Hal itu dikatakan Rerie dalam acara Cyber Teaching bertema "Determinan Sosial Stres dan Kesehatan Masyarakat (Kisah Koping Stres Penyintas Kanker)" yang diselenggarakan Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Sabtu.

Baca juga: Menkes: Kanker kategori penyakit tak diketahui penyebabnya

Baca juga: Rokok elektrik bisa sebabkan kanker, penyakit paru, hingga TB


Dia menilai minimnya informasi tentang kanker menyebabkan masyarakat seringkali terlambat dalam mengantisipasi gejala-gejala kanker yang muncul.

Menurut dia, dengan melakukan langkah sosialisasi berskala nasional, pemahaman masyarakat tentang penyakit kanker diharapkan dapat ditingkatkan.

"Kisah sukses sosialisasi program Keluarga Berencana di masa lalu bisa menjadi acuan dalam menyosialisasikan berbagai hal tentang penyakit kanker," ujarnya.

Rerie mengutip data Media Research Center 2020 bahwa saat ini hanya 44 persen perempuan yang memeriksakan sendiri sejak dini payudaranya untuk menghindari kanker.

Bahkan, menurut dia, karena ketidakpahaman masyarakat, seringkali penderita kanker dianggap terkena kutukan sehingga harus dijauhi. "Karena tidak paham, keluarga penderita kanker juga kerap tidak memberikan dukungan yang tepat," katanya.

Dia menilai pada kondisi seperti itu, kalangan perguruan tinggi bisa ikut serta dalam membuat konten dan strategi sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat soal penyakit kanker.

Menurut dia, selain berharap keterlibatan kalangan akademisi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit kanker, keikutsertaan relawan yang beranggotakan para penyintas kanker dalam pendampingan juga sangat penting.

"Penderita kanker itu tidak hanya menderita karena kanker, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan sosial sebagai dampak dari proses pengobatan," ujarnya.

Baca juga: Mutasi gen perbesar peluang kanker pada orang muda

Baca juga: Ketua POI: 90 persen kanker disebabkan faktor lingkungan

Baca juga: YLKI usulkan pemerintah buat peta kanker


Rerie yang juga penyintas kanker payudara Her-2 positif itu menilai, penderita kanker perlu mendapatkan pendampingan untuk menekan dampak sosial dan psikologis yang dialaminya.

Kalangan akademisi, menurut Rerie, juga harus aktif memberi masukan kepada para pemangku kepentingan, sehingga kebijakan yang dihasilkan pemerintah mampu mendorong peningkatan pemahaman masyarakat soal kanker.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar