Tiga penambang emas ilegal di Nagan Raya ditetapkan sebagai tesangka

id berita aceh terkini,berita aceh,berita aceh terbaru

Polisi mengamankan satu unit alat berat di lokasi diduga penambangan emas ilegal di kawasan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Jumat (23/10/2020) siang. (ANTARA/HO-Dok. Polres Nagan Raya)

Suka Makmue (ANTARA) - Polres Nagan Raya, Aceh, menetapkan tiga pelaku penambangan emas diduga ilegal sebagai tersangka setelah pada Kamis (22/10) lalu ditangkap di kawasan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, kabupaten setempat.

“Yang kita tangkap empat orang, namun kemudian setelah dilakukan penyelidikan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan satu orang lagi sebagai saksi,” kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Risno diwakili Kasat Reskrim AKP Fadillah Aditya Pratama SIK, Minggu.

Ada pun para tersangka yang kini sudah ditahan di Mapolres Nagan Raya, Aceh, tersebut masing-masing bernama Alimudin (47) diduga sebagai pemilik modal, warga Desa Uteun Pulo, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, kemudian Haflizar (48) selaku operator alat berat warga Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

Baca juga: Polisi tangkap pemodal tambang emas ilegal di Nagan Raya Aceh

Kemudian satu tersangka lainnya yakni Samsul Bahri alias Si Te (42) diduga sebagai pemilik modal warga Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu unit Ekskavator merk Hitachi warna oranye, satu lembar ambal penyaring warna hijau, penyaring, serta logam mulia jenis emas pasir lebih kurang sekitar lima gram.

Baca juga: Pemkab Nagan Raya Aceh segera menertibkan tambang emas ilegal

Penangkapan terhadap para tersangka, kata dia, dilakukan polisi setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dengan jarak tempuh ke tempat kejadian perkara sekitar tiga jam perjalanan menggunakan roda empat dan empat jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Di lokasi, Polisi menemukan satu unit alat berat ekskavator di lokasi yang diduga sebagai tempat melakukan aktivitas pertambangan emas secara ilegal atau tanpa izin.

Baca juga: Walhi desak pemerintah tertibkan tambang emas ilegal di Aceh Barat

“Karena para pelaku tidak bisa menunjukkan izin apa pun, kemudian petugas mengamankan empat pelaku diduga sebagai pekerja tambang emas ilegal guna dibawa ke Mapolres Nagan Raya, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata AKP Fadilah Aditya Pratama menambahkan.

Dalam perkara ini, polisi juga menjerat tiga tersangka dengan Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman pidana paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak sebesar Rp10 miliar.

“Kita menduga para tersangka ini melakukan tindak pidana penambangan ilegal (illegal minning),” kata AKP Fadillah Aditya Pratama SIK menuturkan.

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar