Ketua MPR ingatkan pilkada jangan rusak persatuan-kesatuan bangsa

id Bamsoet,MPR RI,MPR PEMUDA PANCASILA

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) hadir secara virtual dalam rapat koordinasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila dengan majelis pimpinan wilayah seluruh Indonesia, Selasa (27/10/2020) malam. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sepakat dengan harapan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno yang berharap Pilkada Serentak 2020 berlangsung aman dan damai, tidak terjadi gesekan-gesekan di masyarakat yang akan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

"Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tanggung jawab semua, dan sebagai kader Pemuda Pancasila harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak terkoyak akibat pilkada. Instruksi Ketua Umum Pemuda Pancasila sangat jelas, jangan sampai kita pecah karena beda pilihan dalam pilkada apalagi ada beberapa kader Pemuda Pancasila yang maju dalam pilkada," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, usai rapat koordinasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila dengan majelis pimpinan wilayah seluruh Indonesia secara virtual dari Bali, Selasa (27/10) malam.

Hadir dalam rakor Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, selain Ketua Umum Japto Soerjosoemarno, Sekjen Arief Rahman, para wakil ketua umum dan para ketua wilayah dari seluruh Indonesia.
Baca juga: MPR: Sumpah Pemuda momentum konsolidasikan nilai-nilai Pancasila

Dia mengingatkan, menjelang Pilkada 2020 akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan perbedaan untuk menyulut api permusuhan karena tidak ada larangan berbeda pendapat dalam pilkada, tetapi hati harus tetap dipersatukan dalam bingkai NKRI.

"Sangat penting dipahami bahwa beberapa menit di bilik suara akan menentukan masa depan bangsa. Namun, jangan sampai masa depan bangsa justru hancur karena berbeda pilihan dalam Pilkada," ujarnya pula.

Bamsoet yang juga menjadi Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila itu mengajak semua elemen bangsa menghormati perbedaan yang ada. Jika ada perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan cara dialog dan musyawarah, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dia mengatakan, perbedaan pasti selalu ada namun harus memperluas hati dan pikiran untuk selalu membuka ruang dialog karena melalui ruang dialog bisa saling menguatkan satu dengan yang lain.
Baca juga: Wakil Ketua MPR: pemuda cegah disintegrasi bangsa


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar