Ketum Persit KCK membatik bersama Dharma Pertiwi se-Indonesia

id Hetty andika perkasa, persit, persit kck, persit kartika chandra kirana

Ketum Persit KCK membatik bersama Dharma Pertiwi se-Indonesia

Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Andika Perkasa saat pelatihan membatik bersama anggota Dharma Pertiwi secara virtual. (HO-Tangkapan layar Youtube TNI AD)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Hetty Andika Perkasa didampingi oleh jajaran mengikuti kegiatan pelatihan membatik dengan seluruh Dharma Pertiwi yang berada di seluruh Indonesia secara virtual.

"Ini menampilkan ciri khas daerah masing-masing," kata istri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa itu, dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Hetty Andika Perkasa kagumi keterampilan Persit di Sumedang

Menurut dia, kegiatan pelatihan membatik tersebut adalah salah satu bentuk nasionalisme pada budaya bangsa Indonesia dan upaya dalam menjaga serta melestarikan warisan yang telah turun menurun menjadi identitas bangsa.

Tak lupa, Hetty menyapa para ibu-ibu Dharma Pertiwi se-Indonesia secara daring, serta berdialog secara virtual dengan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto.

Baca juga: Hetty Andika Perkasa bagikan bingkisan pada masyarakat Semarang

Hetty menggambar tiga corak dalam kesempatan itu, yakni motif Monas (Monumen Nasional), abang-none, dan ikan cupang.

"Ini yang pertama Monas. Yang kedua, ada abang-none, dan ikan cupang. Ikon dari Jakarta," katanya.

Dengan menampilkan karya batik yang berciri khas daerah masing-masing, berbagai macam ikon ditunjukkan oleh seluruh jajaran Dharma Pertiwi.

Baca juga: Peduli COVID-19, Persit KCK salurkan logistik pada tenaga medis

Hetty menjelaskan karya-karya batik itu nantinya akan ditampilkan pada badan usaha milik Dharma Pertiwi.

Selain bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya warisan Indonesia, kata dia, kegiatan pelatihan membatik tersebut merupakan upaya membantu perekonomian Indonesia pada masa pandemi COVID-19.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar