Ekonomi Q3 Filipina susut 11,5%, pemerintah: yang terburuk sudah lewat

id ekonomi filipina,penyusutan ekonomi,pemulihan ekonomi,kontraksi ekonomi,filipina

Ekonomi Q3 Filipina susut 11,5%, pemerintah: yang terburuk sudah lewat

Dokumentasi -Tenaga kerja Filipina di Paranaque City, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez.

Manila (ANTARA) - Produk domestik bruto (PDB) Filipina pada kuartal III 2020 susut hingga 11,5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, menurut data badan statistik negara itu pada Selasa.

"Ekonomi sedang dalam perbaikan. Yang terburuk telah usai," kata Pejabat Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Karl Chua, membaca pernyataan bersama dari pengelola perekonomian di pemerintah dalam sebuah konferensi pers.

Sebelumnya, analis ekonomi dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa ekonomi Filipina di kuartal III ini akan terjun 9,8% setelah kontraksi revisi sebesar 16,9% pada kuartal II.

Baca juga: Indonesia-Filipina perkuat kerja sama promosi ekonomi kreatif
Baca juga: Pertemuan ekonomi Indonesia-Filipina diharapkan tingkatkan bisnis


Bagaimanapun, angka penyusutan ekonomi yang lebih rendah daripada periode sebelumnya--namun lebih besar dari perkiraan--itu muncul setelah pemerintah secara bertahan mencabut aturan pembatasan terkait COVID-19.

Sebelumnya, Filipina menerapkan penutupan wilayah yang paling lama dan paling ketat di dunia sejak awal tahun ketika negara itu terpukul hebat oleh pandemi hingga mengakibatkan resesi pertama dalam hampir 30 tahun terakhir, tepatnya pada periode April-Juni.

Meningkatnya aktivitas ekonomi bersamaan dengan inflasi yang sedang dapat membantu menurunkan tekanan terhadap bank pusat untuk menyediakan bantuan keuangan lebih lanjut.

Bank pusat Filipina telah memangkas taraf suku bunga hingga sebanyak 175 basis poin pada tahun ini, sementara pemerintah telah meluncurkan bantuan darurat senilai 165,5 miliar peso (setara Rp48,1 triliun) untuk meningkatkan layanan kesehatan dan membantu pelaku usaha.

Namun ekonomi Filipina masih nampak bersiap untuk kontraksi setahun penuh pada 2020 ini, selagi negara itu berjuang mengendalikan pandemi sementara lonjakan kembali kasus COVID-19 di Eropa dan AS mengancam pemulihan ekonomi global.

Bank Dunia memperkirakan Filipina--yang merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dalam beberapa tahun belakangan--akan menyusut 6,9% pada 2020, angka penurunan terbesar sejak 1980-an.

Sedangkan pemerintah Filipina memprediksi kontraksi dalam ukuran sedang, yakni antara 4,5% hingga 6,6%.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pertama kalinya dalam 29 tahun, ekonomi Filipina jatuh ke dalam resesi
Baca juga: Indonesia-Filipina bahas peningkatan kerja sama ekonomi

Pewarta : Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar