Menristek apresiasi pemenang PUSPIPTEK Motion Graphic Competition

id motion graphic,menristek,bambang ps brodjonegoro,PUSPIPTEK Motion Graphic Competition (PMGC) 2020

Menristek apresiasi pemenang PUSPIPTEK Motion Graphic Competition

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P Brodjonegoro dalam diskusi publik di Jakarta, Senin (9/11/2020). ANTARA/Virna P Setyorini.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengapresiasi para pemenang PUSPIPTEK Motion Graphic Competition (PMGC) 2020.

"Saya sangat mengapresiasi Puspiptek dengan menyelenggarakan lomba Motion Graphic ini sehingga dapat membangun kreativitas generasi muda sehingga dapat membangun dan mengenalkan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan hasil inovasi kepada anak bangsa sejak dini," kata Menristek Bambang dalam acara virtual pemberian penghargaan kepada para pemenang PUSPIPTEK Motion Graphic Competition, Jakarta, Kamis.

Kompetisi Motion Graphic itu diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Kementerian Riset dan Teknologi.

Menristek Bambang menuturkan kolaborasi antara peneliti, perekayasa dan masyarakat untuk menciptakan konten publikasi yang kekinian dan menarik menjadi suatu kekuatan tersendiri yang dapat dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan data dan informasi kepada khalayak di berbagai lapisan masyarakat secara luas.

Baca juga: Lomba karya ilmiah diharapkan Menristek lahirkan peneliti unggul

Para peserta yang berpartisipasi dalam lomba itu menandakan telah tumbuh kesadaran dan kemauan dari generasi muda Indonesia untuk membuat dan membagikan konten-konten positif melalui media sosial.

Kompetisi itu merupakan lomba pembuatan konten digital dengan teknik motion graphic yang diadakan oleh Puspiptek sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25.

Perlombaan itu melingkupi dua kategori peserta yaitu SMA/SMK/sederajat dan mahasiswa.

Pemenang kategori Mahasiswa adalah juara 1 Ruang 309 dari Institut Sepuluh November dengan judul karya Deteksi Penyakitmu Pakai Si Mungil Teknisium, juara 2 Doa Ibu dari Institut Teknologi Bandung dengan judul A Miracle Within Reach, juara 3 Ayni dari Institut Teknologi Bandung dengan judul karya Inovasi Energi untuk Masa Depan Indonesia.

Pemenang kategori Pelajar adalah juara 1 No_Name dari SMA Negeri 12 Kota Bekasi dengan judul karya Bioetanol Sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan, juara 2 Onze Team dari MAN 11 Jakarta dengan judul karya Inovasi Hidrogen Ramah Lingkungan, juara 3 Phantaminum dari MAN 2 Kota Malang dengan judul Drone Physical Distancing.

Baca juga: "Power bank dari sampah" menangi lomba teknologi tepat guna

Hasil karya finalis peserta lomba PMGC dijadikan konten digital pada pameran virtual Inovasi Indonesia Expo yang diselenggarakan oleh
Kementerian Riset dan teknologi pada 10-13 November 2020.

Melalui kegiatan itu, Puspiptek ingin membangun kolaborasi antara peneliti dengan masyarakat sehingga konten publikasi mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan inovasi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat karena memiliki gaya visual yang kekinian dan bahasa yang populer.

Total pendaftar yang mengikuti kompetisi berjumlah 233 tim dengan rincian 142 tim kategori mahasiswa dan 81 tim kategori SMA. Pendaftar PMGC 2020 lebih terpusat di Pulau Jawa diikuti dengan Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Adapun jumlah karya yang masuk ke meja panitia dan dilakukan penilaian oleh dewan juri berjumlah 103 karya.

Dalam tahap itu terdapat tiga komponen yang dinilai oleh dewan juri, yaitu aspek teknis tentang kesesuaian tema dengan pesan yang disampaikan lewat hasil karya, aspek kreativitas dalam penggunaan teknik motion graphic, dan aspek keindahan (estetika).

Sebagai bentuk apresiasi, pemenang pada masing-masing kategori mendapatkan sertifikat, plakat dan uang tunai.

Baca juga: "Power bank dari sampah" menangi lomba teknologi tepat guna
Baca juga: Aplikasi Anti Begal juara lomba Inovasi TTG


 

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar