Satgas COVID-19 pelajari signifikansi dampak libur panjang

id Dampak libur,libur panjang,libur COVID-19,satgas COVID-19,aa

Satgas COVID-19 pelajari signifikansi dampak libur panjang

Sejumlah wisatawan antre untuk melakukan rapid test saat musim libur panjang di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan akan mempelajari signifikansi dampak libur panjang akhir Oktober 2020
terhadap peningkatan kasus konfirmasi positif COVID-19.

"Satgas masih mengikuti perkembangan sampai satu minggu ke depan terkait dampak libur panjang ini," kata Doni saat konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Doni mengatakan evaluasi selama seminggu ke depan untuk mengetahui apakah selama libur panjang pada akhir Oktober 2020 masyarakat telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar atau malah sebaliknya.

Baca juga: Doni Monardo apresiasi langkah Anies Baswedan terkait kerumunan massa

"Kalau ini bisa diketahui, kasus tidak mengalami peningkatan dan kita bisa mengendalikan dengan baik, Insha Allah akhir tahun kita tetap berikan masukan pada pemerintah untuk melanjutkan libur panjang," katanya.

Namun, apabila dalam seminggu ke depan terjadi lonjakan signifikan seperti halnya yang terjadi pada periode Agustus dan September, maka rekomendasinya ialah libur panjang diperpendek atau bisa jadi ditiadakan sama sekali.

Baca juga: Doni Monardo sebut 2 minggu terakhir kasus positif COVID-19 meningkat

Ia mengatakan selama dua hari terakhir, kasus COVID-19 di Tanah Air mengalami lonjakan signifikan dan menyentuh angka lima ribu lebih. Bahkan, angka tiga hari sebelumnya mencapai rekor tertinggi selama delapan bulan pandemi COVID-19 di Indonesia yakni 5.400 lebih.

Jika merujuk pada angka, terutama dampak libur pada akhir Agustus dan awal September, saat ini angka pasien yang dirawat masih dalam batas-batas terkendali.

Baca juga: Doni Monardo tegaskan larangan kegiatan yang mengumpulkan massa

Untuk pasien yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran masih berkisar 53 persen dan DKI Jakarta sebanyak 68 persen. Oleh karena itu, Satgas Penanganan COVID-19 masih mengikuti perkembangan dampak libur panjang Oktober lalu.

"Apakah dampaknya signifikan atau malah masyarakat sudah semakin baik dalam menerapkan liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan," ujar dia.

Baca juga: 23.142 pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran sembuh

Baca juga: Positif COVID-19 Indonesia Minggu bertambah 4.106, sembuh 3.897 orang

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar