BBMKG ingatkan nelayan-nakhoda kapal Papua waspadai gelombang tinggi

id BBMKG,Jayapura

BBMKG ingatkan nelayan-nakhoda kapal Papua waspadai gelombang tinggi

Prakiraan cuaca di satu wilayah di Provinsi Papua (ANTARA/HO-BBMKG Wilayah V Jayapura)

Jayapura (ANTARA) - Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) wilayah V Jayapura, Provinsi Papua, mengingatkan nelayan dan nakhoda kapal agar mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di perairan Papua dan Papua Barat.

Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Toto Agustinus di Jayapura, Senin, mengemukakan angin di wilayah Papua bagian utara umumnya bertiup dari arah utara ke timur dengan kecepatan angin berkisar antara 05-15 km/jam. Selanjutnya, di wilayah Papua bagian selatan umumnya bertiup dari Timur- selatan dengan kecepatan 05-25 km/jam.

Toto berharap kepada nelayan, nakhoda kapal Tongkang, kapal feri dan kapal berukuran besar agar memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan diharapkan mewaspadai Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Nakhoda kapal tongkang diharapkan memperhatikan Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem di Papua Barat

Baca juga: BMKG : Waspadai angin kencang di laut Raja Ampat


Kemudian, nakhoda kapal feri diharapkan agar memperhatikan Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter. Nakhoda kapal berukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

BBMKG memohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area
yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Dia mengatakan, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan akan potensi kejadian bencana hidrometeorologi apabila terjadi hujan lebat dan angin kencang.

Ia menambahkan, wilayah Papua yang berada pada ZOM 341 dan 339 sudah memasuki musim jujan, di antaranya adalah di Kota Jayapura, Keerom bagian utara, Kabupaten Jayapura bagian timur laut, Kabupaten Jayapura, Sarmi bagian selatan dan tenggara.

Selanjutnya, Tolikara bagian utara dan timur Laut, Waropen bagian tenggara, Jayawijaya bagian timur laut. Pada musim hujan potensi kejadian hujan lebat akan mengalami
peningkatan.*

Baca juga: BMKG imbau warga Cilacap waspadai peningkatan curah hujan

Baca juga: BMKG perkirakan Jakarta hujan disertai angin kencang pada Senin

Pewarta : Musa Abubar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar