Menristek: Iradiator gamma perlu dibangun di daerah lain

id menristek,bambang ps brodjonegoro,iradiator gamma,iradiator gamma merah putih

Menristek: Iradiator gamma perlu dibangun di daerah lain

Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan iradiator gamma perlu dibangun di daerah-daerah lain di Indonesia untuk dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan daya saing produk termasuk produk pangan untuk ekspor.

"Tahap berikutnya adalah bagaimana agar iradiator gamma ini bisa dibangun di daerah lain sesuai kebutuhan daerah," kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang dalam pembukaan Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir 2020 yang diadakan secara virtual, Jakarta, Rabu.

Hingga saat ini, Indonesia hanya memiliki dua iradiator gamma, yakni satu yang dimiliki oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan satu lagi dimiliki oleh pihak swasta.

Batan telah berhasil membangun Iradiator Gamma Merah Putih dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 85 persen pada 2017.

Saat ini, Iradiator Gamma Merah Putih telah melayani tidak kurang dari 75 perusahaan untuk berbagai jenis produk.

Baca juga: Batan mulai bangun iradiator gamma di Serpong

Baca juga: Batan: BUMN dapat lakukan pertambangan bahan galian nuklir


Menristek Bambang menuturkan pembangunan iradiator gamma di daerah lain itu harus bisa melibatkan investor dari badan usaha pemerintah daerah sehingga tidak harus semuanya bergantung kepada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dengan memanfaatkan iradiasi gamma, maka produk-produk lokal berbasis pertanian bisa memiliki daya tahan atau keawetan yang lebih baik sehingga bisa diekspor tanpa khawatir terjadi pembusukan saat pengiriman ke daerah lain atau negara lain.

Menristek Bambang menuturkan iradiator gamma seperti itu harus dapat dibangun di daerah lain sesuai kebutuhan daerah untuk peningkatan daya saing produk Indonesia termasuk produk pangan atau komoditi pertanian untuk ekspor.

"Salah satu produk inovasi yang memiliki potensi berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional adalah iradiator gamma," ujarnya.

Baca juga: Iradiasi gamma dorong produk Indonesia berdaya saing-kompetitif

Baca juga: Batan: Manfaat teknologi iradiasi untuk pangan hingga alat kesehatan

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar