Paket sembako disalurkan KRI Tawau kepada WNI terdampak COVID-19

id KRI Tawau, sabah, bantuan, sembako, WNI, dampak COVID-19

Paket sembako disalurkan KRI Tawau kepada WNI terdampak COVID-19

Pemulangan sebanyak 656 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Tawau, Sabah, Malaysia yang terhalang pandemi COVID-19. (FOTO ANTARA/dok)

Tawau, Malaysia (ANTARA) - Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau kembali memberikan bantuan paket kebutuhan pokok sehari-hari kepada ratusan kepala keluarga (KK) warga negara Indonesia yang terdampak COVID-19 di wilayah kerjanya, yakni di Sabah, Malaysia.

"Selama Nopember 2020 ini, KRI Tawau telah dua kali menyerahkan bantuan kepada WNI terdampak pada lokasi yang berbeda. Pertama pada 7 Nopember 2020 telah menyerahkan bantuan kepada 224 WNI dan 18 Nopember 2020 sebanyak 222 paket pada tiga lokasi yang berbeda," kata  Protokol Konsuler KRI Tawau Iskandar Abdullah melalui sambungan telepon dari Tawau, Jumat.

Ia menyebutkan bantuan yang sama sebelumnya pernah juga diberikan kepada WNI terdampak COVID-19 pada awal-awal pandemi.

Pada penyerahan pertama, KRI Tawau menyerahkan 224 paket sembako masing-masing 114 paket di Batu 5 Jalan Apas, 60 paket di Kampung Sayur dan 50 paket di Batu 1,5 Jalan Apas.

Penyerahan kedua di Jalan Habib Abdul Rahman sebanyak 135 paket, Jalan Damai 52 paket dan 35 paket di Batu 6 Jalan Apas. Bantuan paket ini kata Iskandar, sangat dibutuhkan oleh WNI karena mengurangi aktivitas selama pemberlakuan kebijakan perintah kawalan pergerakan diperketat bersasar (PKPDB) oleh Pemeirntah Kerajaan Negeri Sabah.

"Pemberian bantuan sembako kepada WNI ini rutin dilakukan oleh KRI Tawau dalam rangka membantu warga Indonesia di wilayah kerjanya yang terdampak COVID-19 ini," demikian Iskandar Abdullah.

Baca juga: Bantuan sembako WNI terdampak COVID-19 disalurkan Konsulat RI di Tawau

Baca juga: Tertahan saat pandemi, KRI Tawau fasilitasi pemulangan WNI ke Nunukan

Baca juga: Seorang TKI di Lahad Datu Sabah-Malaysia dinyatakan positif COVID-19

Baca juga: KRI Tawau data WNI yang habis izin tinggalnya akibat COVID-19

Pewarta : Rusman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar