Universitas Brawijaya siap produksi kit pendeteksi diabetes

id universitas brawijaya, kit deteksi DM, diabetes militus

Universitas Brawijaya siap produksi kit pendeteksi diabetes

Biosasains rapid test GAD65, yakni kit yang berfungsi sebagai alat pendeteksi awal penyakit diabetes millitus (DM) buatan Universitas Brawijaya (UB) Malang (Endang Sukarelawati)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) Malang menyatakan kesiapannya untuk memproduksi dan mendistribusikan Biosasains rapid test GAD65, yakni kit yang dapat digunakan untuk mendeteksi awal terhadap penyakit diabetes mellitus (DM) secara massal.

"Produk hasil inovasi UB ini dapat dimanfaatkan untuk screening awal terhadap penyakit DM, sehingga dapat ditentukan upaya pencegahan dan penatalaksanaan terapi yang tepat," kata Ketua Inovasi Biosains Rapid Test GAD65 UB Prof Dr Aulanni’am di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Penyakit diabetes mellitus, katanya, merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang sering diikuti berbagai komplikasi yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia serta peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar di lingkungan keluarga dan negara.

Menurut dia, upaya pencegahan diabetes mellitus yang semakin naik prevalensinya menjadi hal yang harus diperhatikan. Deteksi dan penanganan terapi yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencegah penurunan kondisi seseorang akibat diabetes mellitus yang diderita.

Biosains Rapid Test GAD65 merupakan salah satu produk hilirisasi kerja sama Universitas Brawijaya dan industri, yakni PT Bio Farma (Persero) yang kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan Biosains rapid test GAD65 merupakan kit deteksi berbasis reverse-flow immunochromatography yang mendeteksi keberadaan autoantibodi terhadap GAD65 yang menandai kerusakan sel beta-pankreas, sebagai penanda kondisi DM Tipe 1 dan Latent Autoimmune Diabetes on Adult (LADA).

Penyiapan dan produksi kit ini, kata Aul, sapaan Aulanni’am, telah melewati serangkaian penelitian dan pengujian sesuai dengan konsensus dan regulasi yang ditetapkan Wolrd Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, sehingga telah memiliki Izin Edar Alat Kesehatan.

Selain itu, produksi kit ini telah memenuhi persyaratan Sertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI.

Kit Deteksi ini juga sudah diperkenalkan secara luas pada berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar negeri, diantaranya di Spanyol, Taiwan, Jepang, Arab Saudi, Jordania, Madagascar, Filipina, dan Malaysia, dimana pada sebagian kegiatan tersebut juga dilakukan pengujian kit deteksi ini bagi warga setempat.

Dalam kerja sama hilirisasi produk ini, ditetapkan UB sebagai produsen dan PT Bio Farma (Persero) sebagai distributor utama produk yang telah mendapatkan Paten Indonesia yaitu ID. 0.022.556 B (2009-Granted) dan P00201910578 (2019-Terdaftar) yang diketuai oleh Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES

Dengan kerja sama ini kedua belah pihak mendapatkan penghargaan sebagai institusi yang berjasa dalam pembangunan bidang Kesehatan, yaitu sebagai Pemenang Penghargaan Karya Anak Bangsa Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan Tahun 2019 dari Menteri Kesehatan RI.

Bentuk Kit Diagnostik GAD65 yang sederhana menjadikan cara pemakaian juga sederhana, mirip alat tes kehamilan, dokter cukup memasukkan satu tetes darah pasiennya ke dalam kertas, kemudian kertas itu diberi tetesan cairan buffer dan tetesan cairan khusus dan hasil diagnosa berupa positif dan negatif diabetes pun akan muncul.

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar