Polisi temukan jenasah seorang pria di atas kapal nelayan

id polairud,NTT, KOTa kupang

Polisi temukan jenasah seorang pria di atas kapal nelayan

Kepala Seksi Subdit Penegakan hukum Ditpolair Polda NTT Andy M. Rahmat Hidayat (kanan). ANTARA/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan jenasah seorang pria yang merupakan anak buah kapal (ABK) di dalam kapal KMN Sinar Siwa di perairan teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Kami temukan jenasah ABK kapal itu, di dalam KMN Sinar Siwa saat kami sedang melakukan patroli di perairan teluk Kupang dengan kapal patroli KP. P Solor XXII-3015," kata Kepala Seksi Subdit Penegakan hukum Ditpolair Polda NTT Andy M. Rahmat Hidayat kepada wartawan di Kupang, Rabu.

Ia menceritakan bahwa patroli rutin sering dilakukan oleh Ditpolairud Polda NTT untuk memeriksa kelengkapan kapal nelayan yang melaut, untuk memastikan bahwa selama pelayaran berbagai dokumen kapal selalu dibawa.

Baca juga: Polairud Sumsel tingkatkan pengamanan perairan pesisir

Saat tiba di kapal tersebut ketika pihaknya mulai melakukan pengecekan, ditemukan seorang pria yang tak bernyawa ditutup dengan kain. Pihak kepolisian tidak langsung mengangkat jasad pria tersebut karena khawatir dengan COVID-19.

"Menurut keterangan ABK lainnya dan Nahkoda ABK yang meninggal itu dikarenakan sakit. Akhirnya anggota langsung mengiring mereka ke dermaga Ditpolairud Polda NTT untuk ditindak lanjuti," tuturnya.

Pihak Ditpolarud kemudian menghubungi petugas dari RS Bhayangkara Titus Ully untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenasah tersebut yang diketahui berusia sekitar 60 tahun.

Baca juga: Polairud tangkap dua anggota kawanan perompak di Sungai Musi

"Kita minta petugas RS Bhayangkara Titus Ully Kupang untuk memeriksa kesehatan seluruh ABK dan juga menanyakan hasil visum dari jenasah tersebut," katanya.

Hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara Titus Ully Kupang menunjukan bahwa ABK tersebut meningga secara wajar-wajar saja karena sakit.

Korban juga meninggal diduga karena mengkonsumsi obat-obatan tanpa ada resep dokter sehingga bisa jadi mengalami over dosis saat sedang melaut.

Korban yang berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu kemudian langsung diserahkan ke keluarganya untuk dikirim jenasahnya ke Sulawesi.

Baca juga: Pencarian tiga personel Polairud Polri berlanjut hari kedua

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar