Tulungagung catat penambahan kasus COVID-19 terbesar selama pandemi

id pandemi COVID-19,covid-19 tulungagung, kasus terbesar covid-19

Tulungagung catat penambahan kasus COVID-19 terbesar selama pandemi

infografis perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang hiingga 28 November 2020. (ANTARA/HO- GGTP COVID-19 Kabupaten Tulungagun)

Ponorogo, Jatim (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mencatat penambahan kasus baru terbesar sepanjang sejarah pandemik COVID-19, yakni sebanyak 62 orang konfirmasi positif yang tersebar di 12 kecamatan.

"Kasus konfirmasi sudah bersifat sporadis di seluruh wilayah kecamatan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga diri dengan melaksanakan protokol kesehatan dan tidak keluar rumah tanpa urgensi yang tinggi," kata juru bicara GGTP COVID-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro di Tulungagung, Sabtu.

Angka penambahan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah perkembangan kasus baru ini melanda daerah yang berbatasan langsung dengan Trenggalek, Blitar dan Kediri ini.

Baca juga: Klaster keluarga dominasi kasus COVID-19 baru di Tulungagung

Baca juga: Kepatuhan masyarakat Tulungagung gunakan masker meningkat


Angka terbesar sejak beberapa bulan terakhir, dimana volume penambahan terbanyak sebelumnya terjadi pada Mei-Juni dengan 41 kasus dalam sehari.

Jumlah akumulatif kasus COVID-19 itu sendiri di Tulungagung hingga 28 November mencatat sebanyak 613 kasus, tujuh di antaranya meninggal dunia, 516 dinyatakan sembuh, 30 orang dirawat, 29 orang menjalani karantina mandiri, dan 52 isolasi rumah.

"Selain penambahan 62 kasus baru, kami juga mencatat lima kasus sembuh," ujarnya.

Kata Galih, kasus baru yang terus bermunculan sporadis ini tersebar di 12 dari 19 kecamatan, yakni Kecamatan Karangrejo, Kauman, Gondang, Ngantru, Kedungwaru, Tulungagung, Boyolangu, Sumbergempol, Ngunut, Rejotangan, Kalidawir, Pakel dan Bandung.

Baca juga: Kantor Bapenda Tulungagung ditutup karena ada pegawai positif COVID-19

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar