Presiden minta Mendagri ingatkan lagi kepala daerah soal prokes

id Presiden jokowi, covid-19,Protokol kesehatan, kepala daerah

Presiden minta Mendagri ingatkan lagi kepala daerah soal prokes

Presiden Joko Widodo menggunakan pelindung wajah saat melakukan peninjauan fasilitas produksi dan uji klinis tahap III vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (11/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali mengingatkan kepala daerah tentang penegakan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Hal itu disampaikan Presiden melalui arahannya dalam Rapat Terbatas Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

"Saya minta Menteri Dalam Negeri mengingatkan sekali lagi kepada para gubernur, bupati dan wali kota untuk benar-benar memegang penuh kendali di wilayah masing-masing, yang berkaitan dengan masalah COVID-19 dan juga yang berkaitan dengan masalah ekonomi," kata Presiden.

Kepala Negara menegaskan tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya, terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 sekarang ini.

"Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya," kata Presiden.

Dia menegaskan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Karena itu, kepala daerah harus terus memantau angka-angka kasus, baik itu kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian dan indikator-indikator ekonomi yang ada selama pandemi.

Dalam kesempatan itu Presiden juga meminta jajarannya memberikan informasi tentang kepastian vaksinasi serta data ekonomi terkini.
#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker

Baca juga: Presiden: Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi
Baca juga: Ketua MPR apresiasi instruksi Presiden soal prokes
Baca juga: Presiden Jokowi: Pemakaian masker kunci sebelum vaksinasi COVID-19
Baca juga: Presiden Jokowi minta para menteri ikut promosikan pemakaian masker

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar