Masa tunggu warga Sumsel berangkat haji 10 tahun lebih

id ibadah, kemenag susmel catat daftar tunggu hai lebih 10 tahun, daftar tunggu haji di susmel lama , puluhan tahun daftar tunggu bisa berangkat haji, je

Masa tunggu warga Sumsel berangkat haji 10 tahun lebih

Kegiatan ibadah di Tanah Suci Mekkah sebelum masa pandemi COVID-19. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah)

Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan menyatakan masa tunggu untuk berangkat ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah bagi masyarakat Muslim di provinsi itu cukup panjang, yakni bisa mencapai 10 tahun lebih.

"Berdasarkan daftar tunggu haji hingga 2030 terdapat 77 ribu jamaah yang sudah mendaftar, sehingga jika mendaftar pada tahun 2020 ini maka harus menunggu lebih 10 tahun untuk bisa berangkat haji," kata Kabag Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin Latief di Palembang, Kamis.

Dia menjelaskan, jumlah masyarakat Muslim di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu yang masuk dalam daftar tunggu haji setiap harinya bertambah.

Untuk mengatasi semakin panjangnya daftar tunggu, pihaknya berupaya melakukan penambahan kuota jemaah calon haji yang bisa diberangkatkan setiap tahunnya.

Masyarakat yang akan mendaftar berangkat haji dipersilakan mendaftar melalui bank yang bekerja sama dengan Kemenag sebagai tempat penerimaan setoran biaya pemberangkatan ibadah haji.

"Jika memiliki niat untuk berangkat haji, langsung saja mendaftar di bank yang ditunjuk terdekat dan tidak perlu memikirkan panjangnya daftar tunggu," katanya.

Semakin lama berpikir dan menunda pendaftaran, kata dia, jumlah pendaftar terus bertambah sehingga dapat memperpanjang masa tunggu keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Mengenai pengaturan pemberangkatan serahkan saja kepada petugas Kemenag, jika kondisi ke depan ada penambahan kuota jemaah pemberangkatan bisa dipercepat dari jadwal daftar tunggu yang ada, demikian Saefudin Latief .

Baca juga: DPD RI pantau kesiapan haji Sumsel

Baca juga: Saat pandemi COVID-19, seleksi TPHD diserahkan ke kabupaten-kota

Baca juga: Pendaftaran haji berbasis "mobile" diterapkan di Ogan Komering Ulu

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar