Sepekan, lepas liar harimau sumatera hingga kebun urban organik

id Harimau Sumatera,Banjir Deli Serdang,Berkebun Urban,Banjir Tebing Tinggi,KH Abdullah Gymnastiar,Urban Farming,Aa Gym,Moeldoko

Sepekan, lepas liar harimau sumatera hingga kebun urban organik

Warga memindahkan perangkap harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di Jorong Ingu, Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (5/12/2020). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora dari berbagai daerah menjadi perhatian banyak pengunjung Antaranews selama sepekan mulai dari harimau sumatera dikembalikan ke habitatnya hingga berkebun urban organik dapat sembuhkan bumi.

1. Sepasang harimau sumatera bersaudara dikembalikan ke habitatnya

Sepasang harimau sumatera atau Panthera tigris sumatrae yang diyakini saudara seinduk telah dilepasliarkan ke habitat alaminya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan tim dari Yayasan ARSARI Djojohadikusumo pada Kamis (26/11).

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin, menyampaikan apresiasi terhadap segenap pihak yang telah membantu upaya konservasi harimau sumatera itu mulai dari proses evakuasi, rehabilitasi hingga lepas liarnya.

2. Tiga orang meninggal akibat banjir Deli Serdang

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan banjir yang melanda sejumlah kawasan di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara mengakibatkan tiga  orang meninggal dunia.

"Ada enam orang hilang. Tiga orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tiga masih belum ditemukan," kata Edy saat meninjau salah satu lokasi banjir yakni di Perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat, Deli Serdang, Jumat (4/12).

3. Berkebun urban organik sembuhkan bumi

Peneliti dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Dian Armanda mengemukakan berkebun urban organik selain murah, mudah, dan menyenangkan bagi pekebun, juga menyembuhkan bumi karena menjaga tanah sehat dan membantu menghentikan global warming (pemanasan global).

"Bisa berkontribusi bila syarat dan ketentuannya dipenuhi, misalnya menggunakan tanah, tidak pakai pupuk sintetik atau pestisida kimia sintetis, dan tidak membajak," kata Dian Armanda dari Belanda melalui percakapan WhatsApp kepada ANTARA di Semarang, Senin (30/11).

4. Banjir di Tebing Tinggi rendam 6.663 rumah warga

Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara menyatakan banjir yang terjadi pada Jumat (27/11) hingga Minggu (29/11) merendam sedikitnya 6.663 rumah yang ada di lima kecamatan sebagai dampak dari Sungai Padang yang meluap.

Juru bicara Pemkot Tebing Tinggi Dedi P Siagian di Tebing Tinggi, Senin (30/11), mengatakan, sampai saat ini pemkot masih mendata secara rinci dampak kerugian akibat banjir tersebut karena banyaknya fasilitas yang terendam seperti rumah sakit, sekolah, perkantoran, polsek, pasar tradisional dan juga rumah-rumah milik warga.

5. Moeldoko ajak Aa Gym jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengajak pendakwah kondang KH Abdullah Gymnastiar untuk berpartisipasi dalam penyuntikan pertama vaksin COVID-19 agar masyarakat yakin tidak ada masalah dalam vaksin tersebut.

"Kami berharap ada tokoh-tokoh pemerintahan dan tokoh-tokoh masyarakat, yang bisa berkumpul dan menjalani vaksinasi yang pertama agar masyarakat semakin yakin," kata Moeldoko di Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (4/12). (T.D018)

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar