Kepsek: Sekolah memiliki peranan penting dalam penanaman karakter

id penanaman karakter, pendidikan karakter,sekolah informal,pelajar pancasila,Puspeka,Puspeka Kemendikbud,Pusat penguatan karakter

Kepsek: Sekolah memiliki peranan penting dalam penanaman karakter

Ilustrasi - Pelajar mengamati Globe di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan program Merdeka Belajar yang didalamnya memuat kemampuan literasi, numerasi dan penguatan pendidikan karakter guna peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd,

Jakarta (ANTARA) - Kepala Sekolah Informal Binar Bintaro, Tangerang Selatan, Biardini Sudrajat, mengatakan sekolah memegang peranan penting dalam penanaman karakter Pancasila, terutama di sekolah informal.

“Di sekolah kami, selama pandemi, selain sekolah daring juga melakukan sekolah tatap muka. Paling tidak satu kali dalam satu minggu. Hal itu karena kami percaya bahwa sekolah memegang peranan penting dalam penanaman karakter siswa,” ujar Biardini saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Pembelajaran tatap muka dia yakini lebih efektif dalam upaya menanamkan nilai-nilai karakter, dibandingkan pembelajaran daring. Oleh karenanya, selain pembelajaran daring pihaknya juga melakukan pembelajaran tatap muka. Apalagi sebagian besar muridnya berasal dari keluarga tidak mampu, yang mana orang tuanya sulit melakukan pendampingan.

Di sekolahnya terdapat enam nilai yang harus dijunjung siswa, yakni jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri.

Dia menjelaskan meski sekolah informal yang tidak memungut bayaran, sekolahnya disiplin dalam menerapkan peraturan yang mana siswa tidak diperbolehkan terlambat.

“Untuk kebersihan sekolah, semua dilakukan siswa dan guru yang ada. Jadi kami bersama-sama bertanggung jawab terhadap kebersihan di sekolah,” ujar dia.

Sekolah Binar baru menyediakan layanan pendidikakan untuk Paket C atau setara dengan jenjang SMA. Siswa di sekolah itu sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu yang kesulitan melanjutkan pendidikan anaknya di sekolah formal.

“Jadi siswa kami memang berasal dari keluarga yang tidak diberikan nilai yang cukup tentang kesantunan. Oleh karenanya, kami benar-benar memperhatikan pendidikan karakter di sekolah kami,” kata dia.

Dia juga menyambut baik program Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengenai Pelajar Pancasila, yang memiliki enam ciri utama, yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Sementara itu, pendiri Sekolah Informal Maleo, Tangerang Selatan, Fuady Munir, mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius pada pembentukan karakter anak di sekolah tersebut.

Baca juga: Mengantisipasi krisis karakter di kala pandemi

“Pendidikan karakter diberikan tidak hanya melalui teori saja, tetapi juga melalui permainan dan dipraktikkan langsung di sekolah,” kata Fuady.

Baca juga: Pembelajaran daring bukan alasan abaikan penguatan karakter

Fuady mengatakan pendidikan karakter memang lebih efektif ditanamkan melalui pembelajaran tatap muka dibandingkan pembelajaran daring karena guru dapat memantau langsung karakter siswa.

Baca juga: Mendikbud: Pendidikan karakter wujudkan Pelajar Pancasila

“Namun dengan kondisi saat ini, penanaman karakter melalui pembelajaran daring juga dapat dilakukan dengan pendampingan orang tua,” kata Fuady.


Pewarta : Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar