Lonjakan kasus COVID-19 Jember terus meningkat usai pilkada

id covid-19 di jember,lonjakan covid-19 jember

Lonjakan kasus COVID-19 Jember terus meningkat usai pilkada

Peta sebaran COVID-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada 11 Desember 2020. ANTARA/ HO-Diskominfo Jember

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Jember meningkat usai pilkada berdasarkan data penambahan pasien terkonfirmasi positif dan jumlah pasien yang meninggal, sehingga menjadi satu-satunya kabupaten yang berada di zona merah di Jawa Timur.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, penambahan baru kasus positif pada Rabu (9/12) sebanyak 119 kasus, kemudian meningkat menjadi sebanyak 147 kasus pada Kamis (10/12), dan pada Jumat tercatat penambahan kasus baru mencapai 149 kasus per hari.

"Memang ada klaster dari pilkada yakni petugas pengawas TPS yang terkonfirmasi positif sebanyak 19 orang, namun mereka tidak bertugas saat pemungutan suara di pilkada 9 Desember 2020," kata Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jember, Gatot Triyono, Sabtu.

Baca juga: Satgas Jember catat rekor penambahan COVID-19 capai 119 kasus sehari

Secara umum, lanjut dia, peningkatan penambahan kasus COVID-19 di Jember berdasarkan tracking dari klaster keluarga, klaster perkantoran, dan ada klaster tambahan dari pondok pesantren.

"Berdasarkan peta sebaran per kecamatan, hanya satu kecamatan yang berada di zona kuning yakni Kecamatan Sumberjambe, dan zona oranye sebanyak delapan kecamatan dan sisanya zona merah sebanyak 22 kecamatan," tuturnya.

Jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Jumat (11/12) tercatat sebanyak 149 kasus, sehingga total warga Jember yang positif mencapai 3.414 orang, kemudian penambahan pasien sembuh sebanyak 127 orang, sehingga total pasien sembuh menjadi 2.659 orang, sedangkan penambahan pasien meninggal enam orang menjadi 152 orang.

Baca juga: Tiga dokter kandungan RSD dr Soebandi Jember terpapar COVID-19

Kenaikan pada satu bulan terakhir jauh lebih tinggi daripada delapan bulan sebelumnya dan angka kematiannya juga meningkat dari 8 bulan sebelumnya, serta kondisi rumah sakit pun nyaris penuh.

Gatot mengatakan Pemkab Jember juga menyiapkan hotel untuk merawat pasien yang tidak perlu dirawat di rumah sakit, tetapi memerlukan perawatan isolasi.

Ada dua hotel yang direncanakan untuk tempat perawatan, namun hanya ada satu hotel yang lebih siap untuk menjadi tempat perawatan pasien COVID-19 yang tidak mengalami gejala tersebut.

Baca juga: Sejumlah RS di Jember penuh akibat lonjakan kasus COVID-19

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar