Pemda selatan Jateng diminta petakan daerah potensi tsunami

id ganjar pranowo

Pemda selatan Jateng diminta petakan daerah potensi tsunami

Wilayah pesisir Gunung Kidul potensi gempa dan tsunami. ANTARA/Sutarmi.

Semarang (ANTARA) -
Pemerintah daerah di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah diminta memetakan daerah-daerah yang berpotensi terdampak bencana alam tsunami guna mengurangi risiko bencana.

"Maka kita akan identifikasi seluruh desa yang ada di wilayah selatan untuk kita siapkan semua harus menjadi desa tangguh bencana," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri paparan Potensi Risiko Tsunami Selatan Jawa dan Diskusi Rencana Kegiatan Pengurangan Risiko di Semarang, Senin.

Setelah ada pemetaan, lanjut dia, maka daerah-daerah tersebut perlu didorong untuk menjadi desa tangguh bencana.

Ganjar menyebut potensi bencana alam tsunami di daerah selatan Jateng itu luar biasa di wilayah selatan, dan bisa disimulasikan.

"Simulasi dapat dilakukan dengan dua cara yakni pemetaan area yang terkena megathrust, contohnya wilayah Cilacap yang telah mengidentifikasi 55 desa rawan terdampak tsunami," ujarnya.

Baca juga: Disparbud Jabar susun langkah strategis terkait potensi tsunami

Baca juga: ITB: Potensi tsunami 20 meter terjadi jika dua segmen megathrust pecah

Di sisi lain, Ganjar juga mencatat saran yang disampaikan oleh para ahli dari Institut Teknologi Bogor (ITB) yakni untuk menerapkan "green belt".

Terkait dengan itu, lanjut dia, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah di wilayah potensi terdampak tsunami untuk menanam bibit pohon tertentu yang dapat mengurangi dampak tsunami.

"Tadi disampaikan agar kita menyiapkan 'green belt' dengan tanam pandan laut yang bisa dipakai sebagai 'front line'," katanya.

Ganjar menjelaskan bahwa beberapa daerah yang diidentifikasi berpotensi terdampak tsunami namun tak memiliki dataran tinggi juga akan didorong untuk membuat area penyelamatan artifisial atau buatan.

"Kita perlu mengidentifikasi beberapa daerah untuk membuat 'rescue-rescue' area dan 'building'. Bisa bangunan atau semacam bukit yang secara artifisial itu bisa dibuat sehingga orang nanti bisa lari (ke sana) menyelamatkan (diri)," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah lakukan kesiapan tsunami Pesisir Selatan Jawa

Baca juga: BNPB: Waspadai potensi gempa magnitudo hingga 8,8 di selatan Bali

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar