Gubernur Sumsel terbitkan surat edaran tunda belajar tatap muka

id belajar tatap muka sumsel,disdik sumsel,riza pahlevi,COVID-19 sumsel,pjj sumsel,dr iche sumsel,gubernur sumsel,surat edaran sumsel

Gubernur Sumsel terbitkan surat edaran tunda belajar tatap muka

Sejumlah siswa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SD Negeri 26 Sukajadi, Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (7/9/2020). ANTARA/Nova Wahyudi.

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan menerbitkan surat edaran penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan pertimbangan masih tingginya kasus COVID-19 meski sebelumnya dinas pendidikan wilayah tersebut sempat meminta sekolah bersiap-siap untuk membuka kembali.

Surat Edaran yang ditandatangani Gubernur Sumsel Herman Deru Nomor 420/12553/Disdik.SS/2020, Kamis, mengimbau penundaan belajar tatap muka berlaku untuk semua satuan pendidikan dan mengalihkanya lagi ke pembelajaran jarak jauh.

"Untuk kabupaten/kota yang sudah melaksanakan belajar tatap muka kembali ke pembelajaran daring," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Fahlevi.

Baca juga: Epidemiolog nilai sekolah perlu kerja sama dengan puskesmas

Keputusan menunda diambil setelah memperhatikan data perkembangan konfirmasi COVID-19 di Sumsel, rekomendasi tim ahli Satuan Tugas COVID-19 dan masukan instansi pada pertemuan kepala dinas se-Sumsel bahwa kondisi saat ini masih rentan.

Penundaan belajar tatap muka diimbau dilakukan sampai dengan vaksin didistribusikan dan setelah itu melihat perkembangan kasusnya di kabupaten/kota masing-masing.

Baca juga: Kepala daerah zona hijau di Sumsel bisa buka sekolah tatap muka

Riza menyebut keselamatan peserta didik perlu diutamakan di tengah meningkatnya kasus positif terutama di Kota Palembang yang mengalami fluktuasi zonasi paling dinamis dengan penambahan kasus paling tinggi di Sumsel.

Sementara Tim Ahli Satgas COVID-19 Sumsel bidang epidemiologi Dr Iche Andriany Liberty mengatakan rekomendasi penundaan belajar tatap muka didasarkan atas meningkatnya kasus positif dan kategori usia pelajar yang masuk dominasi kasus.

Baca juga: Gubernur Sumsel ajak warga rayakan pergantian 2020-2021 di rumah

"Banyak kasus positif didapati berusia 6 - 18 tahun dan bahkan ada yang meninggal dunia, maka menjadi kekhawatiran tersendiri jika sekolah dibuka," ujarnya.

Selain itu penambahan kasus selama Desember dinilai lebih signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, meski kasus sembuh sudah mencapai 80 persen namun kasus aktif belum menunjukkan tren penurunan.

Data Satgas Sumsel per 30 Desember mencatat total kasus konfirmasi positif mencapai 11.734 kasus dengan kasus sembuh berjumlah 9.517 orang dan angka kematian mencapai 610 kasus.

Baca juga: RSMH Palembang operasikan robot untuk isolasi pasien COVID-19

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar